PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Aktivitas galian C di kawasan Jalan TPH Sofyan Kenawas, Kelurahan Gandus, Kota Palembang, menuai protes warga. Selain diduga merusak kondisi jalan, lalu lalang truk pengangkut galian tanah disebut mengancam keselamatan pengguna jalan setiap hari.
Jalan yang dilintasi kendaraan proyek kini dipenuhi tanah, debu, dan lumpur. Saat cuaca panas, debu beterbangan tebal hingga mengganggu jarak pandang pengendara. Namun ketika hujan turun, badan jalan berubah licin dan berlumpur, memicu kekhawatiran terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Pantauan di lapangan, truk bertonase besar keluar masuk lokasi galian hampir tanpa henti. Material tanah yang menempel di ban kendaraan berserakan di sepanjang jalan dan membuat kondisi ruas jalan semakin memprihatinkan.
Warga menilai aktivitas tersebut terkesan dibiarkan tanpa pengawasan serius. Padahal, kawasan itu merupakan akses masyarakat sehari-hari, termasuk anak-anak sekolah dan pengendara roda dua yang paling rentan menjadi korban kecelakaan.
Salah satu warga, Utama Gates, mengaku masyarakat sudah lama resah dengan kondisi tersebut. Menurutnya, aktivitas galian C tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan warga.
Baca juga : Diduga Ulah Truk Timbunan, Jalan Talang Bulu Licin Dikeluhkan Warga
“Kalau panas debunya sangat tebal, tapi kalau hujan jalannya jadi licin dan berlumpur. Kami harus ekstra hati-hati kalau lewat sini,” ujarnya, Kamis (21/05/2026) pagi.
Ia juga menyoroti kondisi jalan yang semakin cepat rusak akibat terus dilintasi kendaraan bertonase besar. Warga pun mempertanyakan pengawasan dari pihak terkait terhadap aktivitas tambang tersebut.
“Masyarakat hanya ingin jalan aman dilalui. Jangan sampai ada korban dulu baru ditindak,” tegasnya.
Warga mendesak pemerintah dan instansi terkait segera turun tangan melakukan penertiban serta pengawasan ketat terhadap aktivitas galian C di kawasan Gandus. Mereka juga meminta perusahaan bertanggung jawab melakukan pembersihan jalan secara rutin, penyiraman debu, hingga perbaikan jalan yang rusak agar tidak terus membahayakan masyarakat.











