PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Anggota DPR RI, Yudha Novanza Utama, menyoroti besarnya pengaruh media di era digital saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (DPD AMKI) Sumatera Selatan di Aula Lantai 3 Gedung DPRD Sumsel, Jumat (22/5/2026).
Yudha menyampaikan apresiasi atas terbentuk dan dilantiknya kepengurusan DPD AMKI Sumsel yang dinilainya mampu merangkul berbagai unsur insan pers, mulai dari media online hingga media konvensional lainnya.
Ia mengaku bangga melihat AMKI menjadi organisasi media yang dinilai lengkap dan solid dalam memperkuat peran pers di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi.
Yudha juga mengungkapkan bahwa dirinya saat ini bertugas di Komisi I DPR RI yang membidangi komunikasi dan digital. Menurutnya, dalam waktu dekat DPR RI akan membahas revisi Undang-Undang Penyiaran guna menyesuaikan regulasi dengan perkembangan media digital yang semakin pesat.
“Perkembangan informasi digital saat ini tidak bisa dibendung. Yang perlu dilakukan bukan membatasi secara negatif, tetapi melakukan pengawasan dan penyaringan terhadap informasi hoaks maupun konten menyesatkan yang dapat merugikan masyarakat,” ujarnya.
Ia menegaskan, media memiliki tanggung jawab besar tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memastikan setiap berita yang dipublikasikan telah terverifikasi dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam pidatonya, Yudha turut menyoroti kuatnya pengaruh media sosial di era digital. Menurutnya, sebuah informasi kini dapat menyebar luas hanya dalam hitungan menit melalui berbagai platform digital, bahkan lebih cepat dibanding media konvensional.
Namun, ia menyayangkan masih banyak masyarakat yang langsung mempercayai dan menyebarkan informasi tanpa melakukan pengecekan fakta terlebih dahulu.
Karena itu, Yudha berharap insan pers dan organisasi media dapat menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pemberitaan yang positif, edukatif, dan berdasarkan fakta.
“Prinsip utama media adalah memastikan informasi yang disampaikan tidak menyesatkan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Menurutnya, potongan video pidato atau pernyataan yang disebarkan tanpa konteks utuh sering kali memicu salah tafsir hingga polemik di tengah publik.
Menutup sambutannya, Yudha Novanza berharap seluruh elemen media dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga kualitas informasi di ruang digital demi menciptakan masyarakat yang lebih cerdas dan tidak mudah terpengaruh berita bohong.











