Diduga Serempet Kendaraan Warga dan Kabur, Truk Galian Dihentikan Massa

BANYUASIN, Catatan Jurnalist Kesabaran warga Desa Talang Buluh, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin akhirnya pecah. Puluhan warga turun ke jalan dan menghentikan aktivitas truk angkutan tanah yang selama ini dituding kerap melaju ugal-ugalan di tengah permukiman padat penduduk.

Aksi spontan warga ini dipicu oleh kekhawatiran yang semakin memuncak terhadap keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah, ibu rumah tangga, serta masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Warga menilai para sopir truk sering memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi dan nekat saling menyalip meski jalan desa sedang ramai oleh aktivitas masyarakat. Kondisi ini disebut telah berlangsung cukup lama dan membuat warga hidup dalam bayang-bayang kecelakaan.

Ketua RT 06 Desa Talang Buluh, Daun Saputra, mengatakan keresahan masyarakat bukan tanpa alasan. Menurutnya, aktivitas angkutan tanah yang tidak terkendali telah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga.

“Setiap hari warga merasa waswas. Truk-truk itu sering melaju kencang dan saling menyalip di jalan yang digunakan masyarakat. Saat jam sekolah, banyak anak-anak dan kendaraan warga melintas, tetapi masih ada sopir yang mengabaikan keselamatan,” ujar Dian, Sabtu (30/05/2026).

Ia mengungkapkan bahwa berbagai imbauan telah disampaikan kepada para pengemudi maupun pihak terkait. Namun hingga kini, perilaku sebagian sopir dinilai tidak berubah dan tetap membahayakan pengguna jalan lainnya.

“Sudah sering diingatkan agar lebih berhati-hati, tetapi kenyataannya masih banyak yang melaju kencang. Kami meminta pemerintah dan aparat bertindak tegas sebelum terjadi korban jiwa,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sentot Setiadi, salah seorang warga yang mengaku setiap hari menyaksikan langsung aktivitas truk angkutan tanah di wilayah tersebut.

Menurutnya, jam-jam sibuk yang dipenuhi anak sekolah dan warga justru menjadi waktu paling rawan karena masih banyak truk yang melintas dengan kecepatan tinggi.

“Setiap pagi dan siang jalan ini ramai. Ada anak sekolah, ibu-ibu mengantar anak, dan warga yang beraktivitas. Kalau truk masih ngebut dan saling salip, ini sangat berbahaya. Jangan tunggu ada korban baru bertindak,” ujarnya.

Warga mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi terkait untuk memperketat pengawasan terhadap operasional angkutan tanah di Desa Talang Buluh. Mereka juga meminta adanya penegakan aturan yang tegas terhadap sopir maupun perusahaan yang mengabaikan keselamatan masyarakat.

Aksi penghentian truk yang dilakukan warga menjadi sinyal kuat bahwa keresahan masyarakat telah mencapai titik puncak. Warga menegaskan keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas dan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan operasional angkutan tanah.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *