, Catatan Jurnalist — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-148 Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan sekaligus HUT ke-2 Badan Karantina Indonesia, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan menggelar bakti sosial donor darah dan Vaksinasi Rabies Gratis sebagai bukti nyata Karantina hadir untuk nasyarakat Kamis (16/10/2025).
Kegiatan sosial ini menjadi bentuk nyata bahwa Karantina tidak hanya hadir di pelabuhan dan bandara, tetapi juga turun langsung ke tengah masyarakat untuk memastikan hewan sehat, manusia aman, dan lingkungan terlindungi, sejalan dengan tema “Karantina Menjaga Negeri – Karantina Kuat, Indonesia Hebat.”
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Selatan, Rusuan Efendi, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kolaborasi dan edukasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan rabies.
“Sebenarnya kalau kita melihat data, kita selalu melarang penyebaran rabies itu. Namun di samping melakukan vaksinasi, kita juga harus terus berkoordinasi, berkolaborasi, dan beredukasi kepada masyarakat. Silakan memelihara hewan kesayangan, tetapi jangan hanya diberi makan—perhatikan juga kesehatannya, vitaminnya, agar imunnya kuat. Sama seperti manusia, kalau imun hewan lemah, ia mudah terserang penyakit, termasuk rabies,” ujarnya.
Rusuan menegaskan bahwa vaksinasi rutin terhadap hewan peliharaan menjadi kunci utama dalam menekan kasus rabies di masyarakat, apalagi virus ini dapat menular melalui gigitan hewan liar.
Sementara itu, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari, menuturkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar peringatan ulang tahun, melainkan wujud kepedulian nyata terhadap kesehatan hewan dan manusia.
“Kegiatan ini bukan sekadar memperingati HUT Karantina, tetapi juga bukti nyata bahwa kami peduli kepada sesama. Rabies adalah penyakit zoonosis yang bisa menular ke manusia. Karena itu, kami bersinergi dengan pemerintah provinsi maupun kota untuk membebaskan Kota Palembang dari rabies. Saat ini Palembang belum bebas rabies, namun telah dicanangkan target pembebasan hingga tahun 2028,” jelasnya.
Sri Endah menambahkan, program vaksinasi terhadap anjing, kucing, dan musang menjadi langkah konkret untuk memutus rantai penyebaran virus rabies. Selain itu, Balai Karantina juga berupaya mengedukasi masyarakat melalui kegiatan lapangan seperti ini.
“Kami di karantina berpartisipasi aktif dalam memberikan edukasi. Salah satunya melalui kegiatan vaksinasi dan donor darah ini. Untuk donor darah sendiri, target kami minimal 100 kantong, dan kalau bisa lebih banyak, tentu lebih baik, karena ini bentuk kepedulian kami untuk sesama,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Asisten II Kota Palembang, perwakilan Kadin Ketahanan Pangan dan Pertanian, OPD terkait, serta Danlanud. Seluruh peserta dan tamu undangan tampak antusias mengikuti jalannya acara yang sarat nilai sosial dan kemanusiaan.
Melalui kegiatan ini, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan hewan peliharaan, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor menuju Palembang bebas rabies tahun 2028.
Laporan : Dede Sunarya












