PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Sebanyak 6.045 kepala keluarga (KK) di 118 titik pada 14 kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) segera mendapatkan akses listrik melalui percepatan Program Listrik Masuk Desa (Lisdes).
Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel siap mendukung penuh percepatan program tersebut agar masyarakat di pelosok yang selama ini belum menikmati listrik dapat segera terlayani.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat menerima kunjungan kerja General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (UID S2JB) Diksi Erfani Umar beserta jajaran di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (18/8/2026).
Menurut Herman Deru, sinergi antara pemerintah daerah dan PLN menjadi kunci untuk mempercepat pemerataan listrik, terutama di wilayah yang menghadapi kendala geografis maupun persoalan status kawasan.
“Kita akan dorong penuh. Yang penting komunikatif saja. Mengingat masyarakat juga belum sepenuhnya mengetahui kendala yang ada, seperti wilayah yang berada di kawasan hutan lindung. Oleh sebab itu, kita perlu terus membangun komunikasi yang baik,” ujar Herman Deru.
Tersisa 21 Desa Belum Teraliri Listrik
Herman Deru mengungkapkan, dari total 3.258 desa dan kelurahan di Sumsel, saat ini masih terdapat sekitar 21 desa atau kurang dari satu persen yang belum tersentuh jaringan listrik.
Sejumlah wilayah tersebut berada di lokasi terpencil dengan tantangan akses yang cukup berat. Bahkan, pembangunan jaringan membutuhkan bentangan hingga 20–30 kilometer dan sebagian lokasi berada di kawasan hutan produksi, hutan lindung maupun taman nasional.
Meski demikian, pemerintah bersama PLN terus mencari solusi agar hambatan tersebut tidak menghambat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah percepatan pembangunan jaringan melalui program Lisdes dan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal.
Herman Deru meminta pemerintah kabupaten, kecamatan, desa hingga perangkat RT dan RW ikut membantu PLN dalam proses pengerjaan di lapangan.
“Kita harapkan kerja yang simultan dan sinergi dari seluruh pihak, mulai dari pemkab, kecamatan, hingga desa untuk membantu PLN menyelesaikan program Lisdes ini,” tegasnya.
98 Titik Ditargetkan Rampung
Sementara itu, General Manager PLN UID S2JB Diksi Erfani Umar mengatakan anggaran Program Listrik Desa yang bersumber dari APBN telah tersedia.
Dari 118 titik lokasi yang telah mendapatkan persetujuan, sebanyak 98 titik secara teknis sudah dapat mulai dikerjakan.
“Alhamdulillah, anggaran program listrik desa sudah keluar, Pak Gubernur. Dari 118 titik lokasi tersebut, insyaallah sebanyak 98 titik akan selesai dikerjakan pada Desember 2026 atau sampai Maret 2027,” kata Diksi.
Sedangkan 20 titik lainnya masih membutuhkan penyesuaian, terutama karena berada di kawasan hutan lindung dan memiliki kendala akses menuju lokasi.
PLN berharap dukungan pemerintah daerah hingga tingkat desa terus diberikan, termasuk penyampaian informasi apabila terdapat wilayah yang belum masuk dalam daftar penerima program.
Dalam pertemuan tersebut, Herman Deru juga menyinggung keberhasilan penyelesaian penanganan sekitar 54.000 sambungan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Dalam program tersebut, PLN telah mengambil alih jaringan kabel sepanjang sekitar 900 kilometer.
Herman Deru menyadari masih terdapat potensi persoalan tegangan akibat panjangnya jaringan. Karena itu, masyarakat diminta bersabar karena PLN akan melakukan penguatan jaringan dan penambahan transformator secara bertahap.
Ia berharap percepatan elektrifikasi dapat membuktikan bahwa Sumsel sebagai salah satu daerah lumbung energi juga mampu menghadirkan manfaat energi tersebut hingga ke pelosok.
“Mari kita dukung bersama agar kerja PLN ini bisa lebih cepat, sekaligus menjawab pembuktian bahwa Sumatera Selatan sebagai lumbung energi benar-benar dinikmati secara nyata oleh masyarakatnya,” pungkasnya.









