JAKARTA, Catatan Jurnalist — Diskusi pada laman video ini berdurasi sekitar 40 menit, dibuat sebelum Budiman Sudjatmiko menjabat Kepala Badan Penentasan Kemiskinan Republik Indonesia atau sekitar beberapa tahun lalu. Dalam diskusi tokoh aktivis reformasi ini meriwayatkan beragam peristiwa penting dalam perjalanan karir politiknya.
Untuk lebih dalam tentang apa saja yang menjadi topik pembahasannya, silakan simak selengkapnya:
EKSKLUSIVE || SKEMA ROBOHKAN REZIM • Budiman Sudjatmiko – Catatan Jurnalist
Mengenal Dekat Budiman Soedjatmiko
Budiman Sudjatmiko adalah seorang aktivis reformasi, politikus, penulis, dan aktor Indonesia yang dikenal sebagai tokoh pergerakan mahasiswa era Orde Baru, pendiri Partai Rakyat Demokratik (PRD), penyusun Undang-Undang Desa, dan kini menjabat sebagai Kepala BP Taskin di bawah Presiden Prabowo Subianto untuk mengurus pengentasan kemiskinan. Ia dikenal vokal menentang Orde Baru, dipenjara karena perannya dalam peristiwa 27 Juli 1996, dan kini fokus memperjuangkan desa dan rakyat miskin melalui jalur eksekutif.
Latar Belakang dan Aktivisme Awal:
- Lahir di Cilacap, 10 Maret 1970, ia aktif dalam kegiatan diskusi politik sejak SMA dan kuliah di UGM.
- Menjadi salah satu pendiri dan pemimpin PRD, serta terkenal karena manifesto PRD yang dibacakan saat demonstrasi, menjadikannya ikon aktivis 98.
- Terlibat dalam peristiwa 27 Juli 1996, ia ditangkap dan dipenjara hingga dibebaskan pada 1999 saat pemerintahan Gus Dur.
Peran dalam Pemerintahan & Isu Desa:
- Setelah reformasi, ia mendirikan Gerakan Inovator 4.0 dan aktif menyusun Undang-Undang Desa.
- Memiliki kepedulian mendalam terhadap isu kemiskinan dan pemberdayaan desa, dipengaruhi latar belakang keluarganya.
- Menjadi anggota DPR dari PDIP, lalu memilih mendukung Prabowo Subianto dan diangkat menjadi Kepala BP Taskin untuk penanggulangan kemiskinan.
Perjalanan Politik:
- Meskipun berasal dari PDIP, ia secara terbuka mendukung Prabowo, sebuah langkah yang dianggap menyimpang dari partai, namun sejalan dengan nilai dan perjuangannya untuk mengatasi kemiskinan.
- Ia memilih posisi eksekutif di BP Taskin karena dianggap lebih efektif untuk mewujudkan visinya dalam membantu rakyat miskin dan desa
By. Redaksi Catatanjurnalist












