Garuda Indonesia Tutup Rute Bengkulu–Jakarta, Penerbangan Terakhir Tinggalkan Haru

BENGKULU, Catatan Jurnalist Maskapai nasional Garuda Indonesia resmi mengakhiri layanan penerbangan rute Bengkulu–Jakarta. Penerbangan terakhir dilaksanakan pada Sabtu, 28 Maret 2026, dari Bandara Fatmawati Soekarno.

Dilansir dari Intagram @bengkuluinfo, Momen perpisahan ini diwarnai suasana haru dari para penumpang. Sejumlah warga tampak mengabadikan detik-detik sebelum keberangkatan sebagai kenangan atas layanan yang selama ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Bengkulu untuk bepergian ke Jakarta.

Rute Bengkulu–Jakarta diketahui memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas warga, baik untuk kepentingan bisnis, pemerintahan, maupun perjalanan pribadi.

Maskapai Garuda Indonesia dipastikan akan menghentikan operasional penerbangan di wilayah Bengkulu mulai 28 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil oleh manajemen perusahaan setelah melalui berbagai pertimbangan, termasuk aspek bisnis dan tingkat keterisian penumpang pada rute yang dilayani.

Penghentian layanan ini dilakukan meskipun Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan upaya lobi dan pertemuan khusus dengan pihak manajemen Garuda Indonesia. Namun, hasil pertemuan tersebut belum mampu mengubah keputusan perusahaan yang telah dinyatakan final.

Melansir RRI Bengkulu, General Manager Garuda Indonesia Perwakilan Bengkulu, Boby Pratama, menyampaikan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada evaluasi kinerja operasional. Evaluasi tingkat okupansi penumpang pada rute Bengkulu–Jakarta yang masih berada di kisaran 80 persen.

Menurutnya, angka tersebut belum memenuhi target maksimal yang ditetapkan perusahaan untuk menjaga keberlanjutan operasional. Kondisi ini menjadi salah satu faktor utama dalam pengambilan keputusan penghentian layanan penerbangan di daerah tersebut.

“Pihak Garuda sudah mempertimbangkan sisi bisnis secara menyeluruh. Bahkan sebelumnya telah dilakukan kunjungan Gubernur Bengkulu ke Jakarta untuk bertemu dengan manajemen Garuda dan membahas persoalan ini,” ujar Boby Pratama, 24 Maret 2026.

Ia menambahkan, kebijakan serupa juga diterapkan di dua provinsi lainnya sebagai bagian dari langkah efisiensi perusahaan dalam menghadapi dinamika industri penerbangan nasional. Meski demikian, layanan penerbangan di Bengkulu tidak sepenuhnya berhenti.

Maskapai anak perusahaan Garuda, Citilink, masih tetap beroperasi melayani rute dari dan menuju Bengkulu. Manajemen juga membuka peluang untuk melakukan evaluasi kembali kebijakan tersebut, seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan permintaan penumpang di masa mendatang.(Yas)

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *