PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Menyusul pemberitaan sebelumnya terkait kecelakaan lalu lintas beruntun di kawasan Jalan Karya Jaya, Kertapati, Pemerintah Kota Palembang bergerak cepat merespons dengan langkah konkret di lapangan.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, turun menemui para sopir korban guna memastikan penanganan dilakukan secara serius dan transparan. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk tanggapan atas sorotan publik terhadap dugaan keterlibatan oknum petugas Dinas Perhubungan Kota Palembang dalam insiden tersebut.
Sebelum mendatangi lokasi kejadian, Wali Kota didampingi Kepala Inspektorat Muhammad Yanurpan Yany dan Kepala BKPSDM Jamiah Haryanti.
“Perkara ini akan kami tindak lanjuti ke tahap pemeriksaan resmi. Jika terbukti (oknum dishub) melanggar, sanksi tegas hingga pemecatan bisa saja dijatuhkan. Kami tidak mentolerir aktivitas ilegal dalam bentuk apa pun,” tegas Ratu Dewa, Kamis (30/04/2026) sore.
Baca juga : Diduga Razia Ilegal Oknum Dishub Picu Tabrakan Beruntun di Palembang
Ia menilai tindakan oknum tersebut, jika terbukti, tidak hanya melanggar aturan tetapi juga mencoreng nama baik pemerintah daerah.
Usai pertemuan, rombongan langsung menuju titik lokasi kecelakaan guna melihat kondisi lapangan serta mendengarkan kesaksian para sopir. Salah satu korban, Rifki, memaparkan kronologi kejadian yang dialaminya hingga menyebabkan kerugian dan trauma.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota memastikan proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) akan segera dilakukan terhadap oknum yang terlibat. Ia juga telah menginstruksikan Kepala Dinas Perhubungan untuk menyelesaikan kasus ini secara terbuka dan adil.
Baca juga : Palembang Siapkan Sanksi Tegas untuk Pembuang Sampah Sembarangan
Sebagai penegasan, Ratu Dewa mengingatkan para sopir agar tidak melayani praktik pungutan liar yang tidak memiliki dasar hukum.
“Jangan beri uang jika tidak ada aturan yang jelas. Laporkan, dan pemerintah pasti akan menindak,” pesannya.
Respons cepat ini disambut positif oleh para sopir. Mereka merasa mendapat perhatian langsung dari pimpinan daerah dan berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.












