Zulhas Turun ke Sidoarjo, Pastikan Harga Sembako Tetap Stabil Jelang Idul Adha

SIDOARJO, Catatan Jurnalist — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau langsung pelaksanaan pasar murah di lima titik wilayah Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (25/5), sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Dalam kunjungannya, Zulhas menyampaikan arahan khusus Presiden Prabowo Subianto agar harga sembako tetap terkendali dan tidak mengalami lonjakan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.

Lima lokasi pasar murah yang dikunjungi meliputi KUD Sumber Makmur, Balai Desa Lemujut, MTs Progresif Bumi Shalawat, PAUD Bumi Damai, dan Balai Desa Ponokawan. Kegiatan tersebut mendapat antusias tinggi dari masyarakat yang memadati setiap titik pelaksanaan.

Pemerintah melalui program pasar murah menyediakan beras SPHP kemasan 5 kilogram dengan harga Rp50 ribu per sak. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga beras di pasaran yang saat ini berkisar Rp15 ribu hingga Rp17 ribu per kilogram.

Program pasar murah ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, DPR dan DPRD, TNI, Polri hingga stakeholder terkait lainnya, guna membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

“Presiden meminta harga pangan tetap stabil menjelang Idul Adha, sehingga masyarakat tidak terbebani,” ujar Zulhas saat berdialog dengan warga.

Selain meninjau pasar murah, Zulhas juga menyerap aspirasi petani dan masyarakat terkait kondisi pangan di daerah tersebut. Warga menyebut harga gabah saat ini berada di kisaran Rp7.400 hingga Rp7.600 per kilogram, lebih tinggi dari harga acuan pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram.

Para petani juga menyampaikan ketersediaan pupuk relatif aman, meskipun infrastruktur irigasi di sejumlah wilayah masih membutuhkan perhatian dan perbaikan.

Dalam kesempatan itu, Zulhas turut mengecek pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Warga mengaku program MBG sangat membantu kebutuhan gizi anak-anak dan berharap program tersebut terus dilanjutkan.

Sementara itu, aparat Babinsa melaporkan sebagian pembangunan koperasi desa telah rampung 100 persen, sedangkan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Pemerintah menargetkan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih terus dipercepat agar pada Agustus 2026 dapat mencapai sedikitnya 20 ribu unit di seluruh Indonesia. Melalui pasar murah, penguatan ketahanan pangan, hingga pembangunan koperasi desa, pemerintah berharap kesejahteraan masyarakat dapat meningkat hingga ke tingkat pedesaan.

*Rilis Kemenko Pangan RI

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *