PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Sebanyak 443 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Palembang tiba kembali di Tanah Air dan disambut di Aula Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026).
Jemaah yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dan Kabupaten Banyuasin tersebut tiba dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Kepulangan mereka disambut penuh haru oleh keluarga yang telah menanti sejak lama.
Wakil Gubernur Sumatera Selatan, H. Cik Ujang, turut hadir menyambut langsung kedatangan para jemaah. Ia mengucapkan selamat datang sekaligus rasa syukur atas kembalinya seluruh jemaah dalam keadaan sehat dan selamat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah menyelesaikan ibadah haji dengan baik. Semoga menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh,” ujar Cik Ujang.
Ia berharap para jemaah dapat menjaga kemabruran haji dengan mengamalkan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di Makkah dan Madinah, seperti kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahidin, mengatakan proses pemulangan kloter pertama berlangsung lancar dan sesuai jadwal.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah kloter pertama tiba dengan selamat. Kami terus berkoordinasi untuk memastikan proses pemulangan seluruh kloter berjalan aman, tertib, dan nyaman hingga kembali ke daerah masing-masing,” katanya.
Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal rangkaian pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang tahun 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama PPIH terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali dan berkumpul bersama keluarga.
Suasana haru dan bahagia mewarnai penyambutan para jemaah. Tangis syukur pecah saat para jemaah bertemu kembali dengan keluarga setelah menunaikan rukun Islam kelima di Tanah Suci. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah haji sekaligus awal untuk mengamalkan nilai-nilai haji di tengah kehidupan bermasyarakat.











