Karhutla Kepung Tiga Kabupaten Sumsel, Pemadaman Berlangsung hingga 22 Hari

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Sumatera Selatan masih menjadi perhatian serius. Hingga 31 Agustus 2026, Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera masih melakukan operasi pemadaman di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, dan Musi Banyuasin (Muba).

Operasi pemadaman tersebut bahkan telah berlangsung selama berhari-hari. Salah satu lokasi, yakni Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, telah memasuki hari ke-22 penanganan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, dalam laporannya menyebutkan personel Manggala Agni masih dikerahkan untuk memastikan api dapat dikendalikan di seluruh lokasi operasi.

Berdasarkan Rencana Operasi (Renops) Pemadaman Karhutla tanggal 31 Agustus 2026, total terdapat tujuh regu/tim yang diterjunkan ke lima lokasi karhutla.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, pemadaman dilakukan di Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam. Penanganan di lokasi tersebut telah memasuki hari ke-16, dengan dua regu personel dikerahkan.

Sementara di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI, operasi pemadaman telah memasuki hari ke-19. Sebanyak dua regu diturunkan untuk menangani kebakaran di lokasi tersebut.

Adapun di Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, penanganan telah berlangsung selama 22 hari. Manggala Agni mengerahkan satu regu untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api.

Dua titik lainnya berada di wilayah Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin.

Lokasi pertama berada di Desa Muara Medak-Mendis Jaya. Operasi pemadaman telah memasuki hari ke-6, dengan satu regu personel dikerahkan.

Sementara titik lainnya berada di Dusun VI, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir. Penanganan di lokasi ini telah berlangsung selama empat hari, dengan satu tim personel diterjunkan.

Ferdian Krisnanto menyampaikan, operasi pemadaman tersebut merupakan bagian dari upaya Manggala Agni untuk mengendalikan dan memadamkan karhutla di wilayah kerja Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera.

Lamanya penanganan di sejumlah lokasi menunjukkan bahwa karhutla masih menjadi tantangan di Sumatera Selatan. Operasi pemadaman pun terus dilakukan untuk mencegah api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Manggala Agni memastikan personel tetap melakukan pemantauan dan penanganan di titik-titik yang masuk dalam rencana operasi pemadaman karhutla.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *