PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus diperkuat. Salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai bahan natrium klorida (NaCl) untuk memicu pertumbuhan awan hujan di wilayah rawan kebakaran.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto dalam laporannya menyampaikan, OMC BNPB Sumatera Selatan kembali dijadwalkan pada Selasa (1/9/2026).
Operasi tersebut menggunakan pesawat Cessna Caravan 208/PK-SCH milik PT Makson Sukses Pratama. Pesawat dijadwalkan lepas landas dari Palembang pada pukul 15.50 WIB dan kembali sekitar pukul 17.50 WIB.
Dalam penerbangan tersebut, pesawat akan membawa 1.000 kilogram NaCl sebagai bahan semai awan.
Area penyemaian atau blocking area diarahkan ke wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Lokasi penyemaian berada pada radial 270–330 derajat dengan jarak sekitar 60–90 nautical mile (nm) dari Palembang, serta berada pada ketinggian sekitar 8.000 hingga 12.000 kaki.
Penerbangan OMC tersebut dipimpin Captain Fariz bersama First Officer Hedwig. Sementara dua flight scientist, Khairin dan Arsyad, turut berada dalam penerbangan untuk mendukung pelaksanaan operasi.
OMC merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah yang membutuhkan, khususnya kawasan yang sedang menghadapi ancaman karhutla.
Pelaksanaan operasi ini menjadi bagian dari upaya terpadu penanganan karhutla di Sumatera Selatan yang tidak hanya mengandalkan pemadaman langsung di lapangan, tetapi juga melakukan langkah pencegahan dan pengendalian kondisi cuaca.
Wilayah Musi Banyuasin menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian dalam operasi tersebut karena memiliki kawasan yang rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan, terutama saat kondisi cuaca kering.
Dengan penyemaian 1 ton NaCl, pemerintah berharap pertumbuhan awan hujan dapat dipicu sehingga hujan turun di wilayah sasaran dan membantu membasahi lahan yang berpotensi terbakar.









