Gabung Satgas Karhutla, Pemerintah Siapkan Kompensasi Rp150 Ribu untuk Relawan

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan belum sepenuhnya teratasi. Dari sekitar 60 hektare lahan yang terdampak di 11 titik api, masih terdapat 45 hektare yang harus dipadamkan.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen Suharyanto mengatakan, sebanyak 15 hektare lahan telah berhasil dipadamkan dalam operasi penanganan karhutla terbaru.

Dari luasan tersebut, sekitar 2,5 hektare dipadamkan melalui operasi helikopter water bombing, sedangkan 12,5 hektare lainnya ditangani Satgas Darat.

“Dari 15 hektare lahan yang berhasil dipadamkan, sekitar 2,5 hektare ditangani melalui heli water bombing, sedangkan sisanya oleh Satgas Darat. Ini menunjukkan bahwa Satgas Darat menjadi kekuatan utama dalam memadamkan karhutla,” kata Suharyanto.

Atas hasil evaluasi tersebut, pemerintah bersama pemerintah daerah, TNI, Polri dan unsur terkait sepakat meningkatkan kekuatan Satgas Darat di sejumlah wilayah yang masih menghadapi ancaman karhutla.

Satgas Darat nantinya melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan, Manggala Agni, masyarakat peduli api, TNI, Polri hingga unsur lainnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penanganan karhutla. Menurutnya, upaya pemadaman tidak bisa hanya mengandalkan teknologi seperti water bombing, tetapi membutuhkan kekuatan manusia di lapangan.

“Kalau hasil investigasi menunjukkan mayoritas kebakaran disebabkan oleh manusia, maka penanganannya juga harus melibatkan manusia. Bahkan, water bombing pun bisa kalah dengan kekuatan manusia di lapangan,” ujar Herman Deru.

Ia mengajak seluruh masyarakat Sumatera Selatan mengambil peran dalam penanggulangan karhutla, baik melalui pencegahan, edukasi maupun penanganan langsung di lapangan.

“Saya minta seluruh warga Sumatera Selatan mengambil peran, mulai dari upaya promotif, preventif hingga penanganan. Kita semua punya peran untuk mencegah sekaligus membantu mengakhiri persoalan karhutla ini,” katanya.

Herman Deru juga mengapresiasi dukungan BNPB dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Menurutnya, bantuan dan dukungan tersebut dapat menambah semangat para petugas serta relawan di lapangan.

Ia mengatakan masyarakat, khususnya kelompok pemuda, juga dipersilakan bergabung dalam Satgas Darat. Pemerintah menyiapkan uang semangat sebesar Rp150 ribu bagi masyarakat yang terlibat sebagai relawan.

“Adik-adik yang ingin bergabung dalam pasukan darat silakan mendaftar. Ada uang semangat sebesar Rp150 ribu. Kalau mau, daftar saja, nanti kita akomodir,” ungkapnya.

Selain penanganan karhutla, Herman Deru juga menyoroti dampak kesehatan akibat kabut asap. Ia mengatakan telah berkoordinasi dengan bupati dan wali kota agar puskesmas di wilayah terdampak membuka pelayanan selama 24 jam untuk menangani masyarakat yang mengalami ISPA.

“Untuk pelayanan ISPA, puskesmas dibuka 24 jam. Saya berharap masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan bisa mendapatkan pelayanan tanpa dipungut biaya,” ujarnya.

Pemerintah juga melakukan pendataan terhadap dampak ekonomi yang ditimbulkan akibat karhutla dan kabut asap. Pendataan tersebut dilakukan untuk mengetahui sektor-sektor yang terdampak dan menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Dengan masih adanya sekitar 45 hektare lahan yang terbakar, pemerintah menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat, relawan dan masyarakat menjadi kunci untuk mempercepat pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.

Pernyatan tersebut disampaikan langsung Kepala BNPB Letjen Suharyanto dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru usai mengikuti rapat Koordinasi Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumatera Selatan yang juga dihadiri Menteri Kehutan RI, Raja Juli  Antoni dan sejumlah kepala daerah dari berbagai wilayah mengalami kebakaran hutan lahan di Istana Gubernur Sumsel Griya Agung Palembang, Senin (31/08/2026).

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *