Kabupaten KOBAR Menuju Kabupaten Layak Anak Kelas Utama Bersama Sawit Ramah Anak

KALTENG, Catatan Jurnalist — Memperingati HARI DUNIA MENENTANG PEKERJA ANAK Kabupaten Kotawaringin Barat (KOBAR), Kalimantan Tengah, melangkah mantap menuju predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) Kelas Utama, melalui inisiatif kolaboratif bertajuk “KOBAR Menuju Kabupaten Layak Anak Kelas Utama Bersama Sawit Ramah Anak”.

Program ini merupakan kerja sama strategis antara Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Serikat Buruh Belanda CNV Internationaal, dan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat.

Melalui kolaborasi ini, KOBAR tidak hanya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak, namun juga memperluas praktik industri kelapa sawit yang inklusif dan bertanggung jawab. Salah satu motor utama inisiatif ini adalah program Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA), sebuah inovasi dari GAPKI yang kini diperluas penerapannya di tingkat kabupaten.

Saat ini, KOBAR menyandang status KLA Kelas Nindya. Dengan hadirnya program SIRA, percepatan menuju Kelas Utama menjadi semakin nyata. Kolaborasi ini menciptakan sinergi antara sektor industri, pemerintah, dan masyarakat dalam memastikan bahwa anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kesempatan untuk berkembang.

Pemerintah KOBAR sangat peduli aspek perlindungan anak. “Kami berkomitmen untuk menjadikan KOBAR sebagai contoh nasional dalam perlindungan anak. Kami sambut inisiatif dan tawaran kolaborasi sawit yang ramah anak yang sudah dilakukan GAPKI. Ini sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045, di mana anak-anak adalah pilar utama pembangunan bangsa” ujar Agus Basrawiyanta, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

“Program SIRA memberikan kerangka kerja dan panduan bagi perusahaan sawit untuk menerapkan prinsip-prinsip perlindungan anak, mulai dari area perkebunan hingga rantai pasok. Hal ini mencakup larangan pekerja anak, penyediaan akses pendidikan, serta kampanye kesadaran di kalangan pekerja dan keluarga mereka” ungkap Sumarjono Saragih, Ketua GAPKI Bidang Pengembangan SDM.

Upaya ini sekaligus menjadi bukti nyata dan membantah tudingan negatif, terutama dari pasar global seperti Uni Eropa, yang selama ini kerap mengangkat isu pekerja anak dalam industri sawit. Dengan langkah konkret ini, KOBAR dan GAPKI ingin menunjukkan bahwa sawit Indonesia mampu menjadi industri yang berkelanjutan, inklusif, dan ramah anak.

“Yayasan Serikat Buruh Belanda CNV Internasional menjadi mitra GAPKI sejak 2016. Kami sudah mulai dan mendukung kelanjutan program ini di KOBAR. Keberlanjutan sawit, kerja layak dan perlindungan anak harus berjalan seiring.” Lanjut Amalia F Alam, Country Representative CNV Internarional.

Lebih dari sekadar pencapaian administratif, status KLA Kelas Utama akan menjadi modal penting untuk memengaruhi kabupaten penghasil sawit lainnya, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi sawit di panggung internasional.

Dengan langkah nyata ini, KOBAR tidak hanya mengukuhkan diri sebagai kabupaten penghasil sawit yang ramah anak, tetapi juga menjadi pionir dalam memperjuangkan hak anak menuju Indonesia Emas 2045.

**Redaksi

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *