Lapas Kelas IIB Sorong  Berikan Remisi 376 Warga Binaan 20 Langsung Bebas

SORONG, Catatan Juranalist — Puncaknya ulang tahun kemerdekaan republik Indonesia ke-80 tahun menjadi moment tersendiri bagi sejumlah ratusan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong.

Kepala Lapas Kota Sorong Sukarna Trisna Atmaja menyampaikan sebanyak 376 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sorong menerima Remisi HUT RI ke-80 tahun. Remisi diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu bersama Wali Kota Sorong Septinus Lobat.

“Dari 376 orang warga binaan yang mendapatkan remisi,  ada sebanyak 20 warga binaan mendapat remisi umum 2  dinyatakan bebas hari ini. Mereka yang bebas sebagain merupakan narapidana kasus kriminal pidana umum, seperti pencuri dan lainya,” ujar disaat wawancari di depan Lapas Kota Sorong kepada wartawan Catatanjuranlist.com , Minggu (17/08/2025).

“Remisi ini adalah bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang telah menunjukkan perubahan perilaku serta berpartisipasi aktif dalam program pembinaan di Lapas Sorong,” ujar Sukarna.

“Saat ini Lapas dihuni sebanyak 530 warga binaan dari kapasitasnya 214 warga binaan, jadi kelebihan 300 persenan,” ungkapnya.

Disoal terkait rencana pembangunan lapas, pihaknya tengah mempersiapkan administrasi ulang agar dapat diajukan kepada pemerintah setempat.

“Kami sedang mempersiapkan admistrasi Pendataan ulang, setelah itu komunikasikan dengan walikota Sorong untuk pengesahan kembali rencana anggaran dan kami akan bawa ke pusat untuk proses selanjutnya,” katanya kepala Lapas kelas IIB Sorong.

Sementara itu Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, menyampaikan selamat kepada warga binaan yang kembali ke keluarga mereka masing-masing  di moment memperingati HUT RI ke-80 tahun.

“Momentum proklamasi kemerdekaan republik Indonesia ini bukan hanya peringati melainkan refleksi visi  bangsa Indonesia bersatu berdaulat, menunjukkan semangat meningkatkan kerukunan dan gotong royong antara warga dalam kehidupan sehari-hari rakyat sejahtera,” ucapa Elisa Kambu.

Ia menekankan komitmen untuk mensejahterakan rakyat melalui delapan Asta cita, 17 program prioritas Oleh presiden Prabowo Subianto, serta Indonesia maju. Menjadi  cita-cita bersama  untuk menjadi negara maju dengan cara meningkatkan daya saing global, pembangunan infrastruktur dan tercapainya Indonesia emas 2045.

“Sejarah bangsa Indonesia dan jasa para pahlawantidak boleh kita lupakan.Ingat, Presiden Soekarno, Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah kemerdekaan Indonesia. Yang bisa kita rasakan saat ini merupakan hasil kerja keras dan gigih seluruh rakyat di Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan hingga mencapai kedaulatan sebagai negara yang lebih baik,” tutup Gubernur Papua Barat Daya.

Laporan : Eskop Wisabla

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *