PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Denyut sastra Palembang kembali bergema. Dua penyair nasional asal Yogyakarta, Afnan Malay dan Joko Pranoto, dijadwalkan tampil dalam acara Baca Puisi “Rindu Dua Penyair 2026” yang digelar di Gedung Kesenian Palembang, Sabtu (17/1/2026).
Kehadiran dua penyair lintas daerah itu menjadi momentum penting bagi seniman Palembang untuk menghidupkan kembali ruang apresiasi sastra yang dinilai semakin jarang tersentuh publik.
Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), Nasir Setra, mengungkapkan acara tersebut digelar secara spontan menyusul kunjungan silaturahmi Afnan Malay dan Joko Pranoto ke Palembang.
“Ini memang acara dadakan, tapi justru penting. Kesempatan langka ini harus dimanfaatkan untuk mempertemukan penyair nasional dengan seniman lokal dan anak-anak sekolah,” ujar Nasir.
Selain Afnan dan Joko Pranoto, panggung “Rindu Dua Penyair 2026” juga akan diisi oleh penyair Palembang Anto Narasoma, Eka Armawati, pendongeng Inug Nugroho, serta sejumlah pembaca puisi lainnya. Perpaduan lintas generasi dan lintas gaya diharapkan memberi warna baru bagi dunia sastra Palembang.
Nasir menegaskan, kegiatan baca puisi seperti ini semakin jarang digelar. Karena itu, momentum kehadiran dua penyair Yogyakarta dimanfaatkan untuk membangun kembali iklim sastra yang hidup dan dialogis.
“Anjangsana sastra seperti ini jarang terjadi. Maka kita jadikan pertemuan ini sebagai ruang bersama untuk merawat puisi,” tegasnya.
Pendongeng Inug Nugroho mengaku bangga bisa kembali terlibat dalam satu panggung bersama Joko Pranoto. Ia menyebut kolaborasi dengan penyair nasional memberi energi tersendiri bagi seniman lokal.
“Saya sudah dua kali terlibat acara dengan Mas Joko di Palembang. Rasanya selalu menyenangkan,” ujarnya sambil tersenyum.
Hal senada disampaikan penyair Eka Armawati, yang menilai Joko Pranoto konsisten memberi dukungan pada literasi sastra anak-anak sekolah.
“Mas Joko selalu memberi support luar biasa kepada siswa yang membaca puisinya,” katanya.
Sementara itu, Afnan Malay mengapresiasi sambutan hangat komunitas seni Palembang. Ia menilai Palembang memiliki ekosistem sastra yang kuat dan berkarakter.
“Kami disambut dengan hangat. Tentu saya dan Mas Joko akan tampil maksimal,” ujarnya.
Afnan juga menyebut sejumlah penyair Palembang yang telah dikenalnya, seperti Anto Narasoma, Anwar Putra Bayu, Rapanie Igama, dan Taufik Wijaya. Ia berharap acara ini menjadi pintu masuk penguatan literasi puisi di kalangan pelajar.
“Yang terpenting, acara ini memberi akses referensi sastra puisi bagi anak-anak sekolah,” tambahnya.
Penyair Joko Pranoto sendiri menyebut keikutsertaannya dalam acara tersebut sebagai ruang belajar dan perjumpaan kultural.
“Selain mengapresiasi puisi Bang Afnan dan karya saya sendiri, saya bisa bertemu banyak penyair Palembang. Saya masih harus banyak belajar,” ungkapnya rendah hati.
Tak hanya puisi, acara ini juga akan diramaikan dengan sajian musik dari Kerukunan Keluarga Pedangdut Palembang (KKPP). Usai pementasan, panitia berencana menggelar road show sastra ke sekolah-sekolah di Palembang.
“Pokoknya acara ini harus sukses,” tutup Nasir Setra.
By. Anto Narasoma












