BUMN Karya Serahkan 600 Huntara ke Pemkab Aceh Tamiang

JAKARTA, Catatan Jurnalist — Harapan baru bagi warga terdampak bencana di Aceh Tamiang mulai terwujud. Badan Pengelola Investasi Danantara, berkolaborasi dengan BUMN Karya, resmi menyerahkan 600 unit Rumah Hunian Sementara Danantara (Huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Jumat (9/1/2026).

Penyerahan ini menandai kesiapan kawasan hunian tersebut untuk segera dimanfaatkan dan dikelola oleh pemerintah daerah, sebagai langkah konkret mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan huntara bukan sekadar proyek fisik, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang untuk menghadirkan hunian yang layak, aman, dan manusiawi bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

“Pemulihan tidak berhenti pada bangunan semata. Yang terpenting adalah bagaimana hunian ini benar-benar memberi ruang bagi keluarga untuk kembali menjalani kehidupan sehari-hari dengan aman dan bermartabat,” ujar Rohan.

Pembangunan huntara ini dimulai pada 24 Desember 2025 dan rampung dalam waktu singkat. Serah terima resmi dilakukan pada 8 Januari 2026. Seluruh unit hunian dibangun dengan standar hunian darurat yang memadai, struktur kokoh, serta utilitas dasar yang siap digunakan.

Setiap unit telah dilengkapi akses air bersih, sanitasi yang layak, serta dukungan listrik agar aktivitas warga dapat berjalan normal dan sehat. Tak hanya itu, layanan kesehatan juga disiapkan untuk menunjang kebutuhan warga selama masa transisi.

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya atas kehadiran huntara tersebut. Menurutnya, ini merupakan hunian layak pertama yang diterima warga sejak bencana melanda.

“Ini hunian pertama yang kami terima sejak bencana. Terima kasih kepada Danantara dan seluruh BUMN yang terlibat. Masyarakat sudah lama menanyakan hunian yang layak. Kami akan mendistribusikan secara bertahap, dimulai 100 unit, agar proses adaptasi berjalan dengan baik,” kata Armia.

Tak hanya menyediakan tempat tinggal, kawasan Rumah Hunian Danantara juga dilengkapi fasilitas pendukung yang menyentuh langsung kebutuhan sosial keluarga. Mulai dari klinik kesehatan, taman bermain anak, akses internet, hingga dukungan listrik tanpa biaya, seluruhnya dirancang untuk membantu warga bangkit dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Pasca serah terima, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang akan mengelola kawasan huntara secara penuh, termasuk menetapkan penerima manfaat, mengatur distribusi, serta proses relokasi atau penempatan warga agar berjalan tertib dan tepat sasaran.

Langkah ini dinilai penting karena pemulihan pascabencana bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga ketepatan dan keadilan. Dengan pengelolaan yang baik, hunian sementara yang telah disiapkan diharapkan benar-benar menjadi ruang aman bagi keluarga terdampak untuk memulai kembali kehidupan mereka.(Red)

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *