BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Arus distribusi barang menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api nyaris lumpuh. Kemacetan parah sepanjang kurang lebih lima kilometer terjadi di ruas jalan utama Palembang menuju kawasan pelabuhan akibat proyek galian jalan yang dinilai semrawut dan minim pengaturan.
Ribuan kendaraan, didominasi truk angkutan logistik dan kendaraan pribadi, terjebak antrean panjang sejak pagi. Penyempitan badan jalan di duga akibat proyek perbaikan yang dikerjakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum disebut menjadi pemicu utama tersendatnya arus lalu lintas.
Andre salah satu pengendara yang melintas menyebutkan, kondisi diperparah dengan tidak adanya jalur alternatif yang memadai. Bahu jalan yang seharusnya bisa difungsikan sementara justru belum diperbaiki, sehingga seluruh kendaraan terpaksa melintas di satu jalur sempit.
“Sudah berjam-jam terjebak di sini, sangat merugikan, apalagi kami kejar waktu untuk bongkar muat di pelabuhan,” keluh Andre, Sabtu (11/04/2026) siang.
Kemacetan ini berdampak langsung terhadap aktivitas distribusi barang. Keterlambatan pengiriman logistik berpotensi mengganggu rantai pasok dan aktivitas ekonomi di Sumatera Selatan, mengingat jalur tersebut merupakan akses vital menuju Pelabuhan Tanjung Api-Api.
Kasat Lantas Polres Banyuasin, AKP Suwandi, menyebut langkah tersebut sebagai upaya darurat untuk mengurangi kepadatan. Namun, ia mengakui kondisi di lapangan masih jauh dari ideal.
Untuk mengurai kepadatan, gabungan petugas dari Satuan Lalu Lintas Polrestabes Palembang dan Polres Banyuasin memberlakukan rekayasa lalu lintas. Penutupan jalan dilakukan di Simpang Empat Bandara menuju jalur pelabuhan, serta sistem buka-tutup satu arah diterapkan secara bergantian,” kata AKP Suwandi.
Jika tidak segera dibenahi, kemacetan di jalur strategis ini dikhawatirkan akan terus berulang dan semakin memperparah gangguan distribusi logistik. Warga dan pengguna jalan mendesak pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret, mulai dari penataan proyek hingga penguatan manajemen lalu lintas, agar proyek pembangunan tidak justru menjadi sumber masalah baru bagi publik.
Baca juga : PP Banyuasin Soroti PSN Tanjung Carat, Akses Jalan Diminta Tak Diabaikan
Sementara itu Ketua MPC Pemuda Pancasila Banyuasin, Dimas menyoroti kondisi jalan sejak lama. Dirinya berharap segara ada langkah kongret dari pemerintah menyikapi persoalan ini.
“Sejak tahun 2025, kami MPC Pemuda Pancasila Banyuasin menyampaikan persoalan tentang jalan di Tanjung Api-api, dimana persoalan kemacetan akan menjadi persoalan utama. Hal itu akibat jalan yang semakin rusak, tetapi teguran yang disampaikan terbuka tidak di gubris dan tidak direspon. Kejadian hari ini membuat kemacetan semakin fatal,” kata Dimas.
“Kami juga sempat menghimbau kepada BBPJN Sumsel untuk segera mengurus persoalan ini. Namun yang terjadi hanya dilakukan pengerukan jalan, tetapi tidak diselesaikan. Sehingga ini perlu dilakukan evaluasi khusus dan langkah kongret pemerintah menyikapi persoalan itu,” ungkapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Sumsel terkait terganggunya arus lalu lintas kendaraan menuju pelabuhan Tanjung Api-api atau sebaliknya.
Laporan : Vichy Ayusda















