OGAN KOMERING ILIR, Catatan Jurnalist — Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial EM yang diduga bertugas di Bagian Kerja Sama Setda Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dilaporkan ke pihak kepolisian. Ia diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang anak di bawah umur berusia 10 tahun hingga mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 16.30 WIB di kediaman pelaku, yang berada di Perumahan Griya Jua-Jua Permai Blok B, Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten OKI.
Berdasarkan keterangan keluarga korban, anak tersebut dipukul berulang kali menggunakan sapu hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
“Anak saya dipukul berkali-kali dengan sapu, sekarang ada luka di tubuhnya,” ujar pihak keluarga korban, Jumat (27/3/2026).
Kasus ini terungkap setelah korban pulang ke rumah dalam kondisi kesakitan. Saat ditanya, korban mengaku dianiaya oleh pelaku yang diketahui merupakan orang tua dari temannya sendiri.
Mendengar pengakuan tersebut, keluarga korban langsung mendatangi rumah pelaku untuk meminta penjelasan. Saat dikonfirmasi, pelaku mengakui perbuatannya dan berdalih emosi karena korban kerap meneriakkan namanya saat melintas di depan rumah.
“Pelaku mengakui memukul anak saya karena emosi. Bahkan, sepeda anak saya juga sempat ditahan tanpa alasan,” jelas keluarga korban.
Atas kejadian ini, keluarga korban menyatakan akan menempuh jalur hukum dan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat berwenang.
“Kami ingin pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegasnya.
Sementara itu, pihak kelurahan setempat mengungkapkan telah berupaya melakukan mediasi secara kekeluargaan. Namun, hingga kini belum tercapai kesepakatan antara kedua belah pihak.
“Kami sudah mencoba menyelesaikan secara damai, tetapi belum ada titik temu. Pelaku juga belum menunjukkan tanggung jawab,” ujar salah satu perangkat kelurahan.
Di sisi lain, pelaku EM mengaku khilaf dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban.
“Saya emosi dan khilaf saat itu. Saya mohon maaf kepada keluarga korban,” ucapnya.(Red)















