PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan ke Provinsi Sumatera Selatan. Setidaknya lima lokasi dikunjungi Wapres Gibran Rakabuming Raka, Kamis (25/09/2025).
Pertama Wakil Presiden menghadiri acara panen raya jagung di Desa Muara Sugih, Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin, kemudian dilanjutkan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum di Desa Mulya Sari, Kecamatan Tanjung Lago Banyuasin.
Usai kegiatan di Banyuasin, Gibran mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang di Jalan Sosial No.441 Km.5 Kelurahan Sukabangun, kemudian bersama rombongan timwapres Gibran berisirahat sejenak di Rumah Makan Sri Melayu yang dilanjutkan meninjau Pasar 16 Ilir Palembang. Dipasar 16 Ilir Gibran melihat pergerakan ekonomi masyarakat, Berama Gubernur Sumatera Selatan dan Walikota Palembang, Gibran mencicipi makan khas Palembang Pempek tumpah.
Menutup lawatannya di Palembang, Gibran meninjau progres pembangunan Tol Kayuagung Palembang-Betung di Kelurahan Pulokerto, Gandus Palembang.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyebutkan momen kunjungan Wakil Presiden ke Sumatera Selatan, sebagai langkah mendorong percepatan pembangunan.
“Tadi kami sudah mendampingi Mas Wapres berkeliling Pasar 16, bahkan tadi kami menyempatkan makan pempek kuah tumpah. Dalam momen kehadiran ini kami menyampaikan banyak meminta bantuan, mulai dari pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, percepatan proyek strategis nasional jalan tol Palembang Jambi, perbaikan jalan lintas tengah dan lintas timur yang bergelombang yang banyak memakan korban jiwa, serta meminta agar ada kenaikan harga jagung ditingkatan petani,” kata Herman Deru.
Sementara itu Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menyampaikan, pihaknya telah mencatat sejumlah permintaan bantuan yang disampaik Gubernur Sumatera Selatan, termasuk persoalan jalan lintas timur yang macet dan bergelombang.
“Beliau ini kan pemimpin Sumatera Selatan, tentunya mendengarkan dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Terus yang beliau sampaikan itu, saya rasakan juga. Ketika saya pulang ke Desa Pulau Sembawa itu, biasa 30 menit kini bisa mencapai waktu 2 jam perjalanan karena macet. Mudah-mudahan lebaran jalan tol sudah beroperasi,” ungkap Qodari.
Laporan: Dede Sunarya















