PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Pencarian terhadap Arman Alfarizi (37), korban yang dilaporkan tenggelam di Sungai Musi, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang, akhirnya membuahkan hasil.
Korban ditemukan Tim SAR Gabungan pada Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 08.40 WIB. Arman ditemukan dalam kondisi mengapung dan telah meninggal dunia, sekitar 1,3 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Arman sebelumnya dilaporkan tenggelam setelah perahu yang ditumpanginya ditabrak sebuah speed boat di perairan Sungai Musi.
Kepala Kantor SAR Palembang Raymond Konstantin, mengatakan, setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan langsung melakukan evakuasi untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Alhamdulillah, setelah dilakukan pencarian selama dua hari, korban akhirnya berhasil ditemukan pagi ini sekitar pukul 08.40 WIB. Korban ditemukan mengapung dalam kondisi meninggal dunia sekitar 1,3 kilometer dari lokasi awal kejadian,” ujar Raymond.
Setelah proses evakuasi selesai, operasi SAR dinyatakan resmi ditutup. Seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian kemudian dikembalikan ke kesatuan masing-masing.
Raymond menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang ikut membantu proses pencarian hingga korban ditemukan.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ungkapnya.
Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian antara lain Basarnas Kantor SAR Palembang, TNI AL, Polairud, Damkar, PMI, serta masyarakat.
Raymond juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah perairan. Penggunaan perlengkapan keselamatan, menurutnya, menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan, terutama saat menggunakan perahu pada malam hari.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dan menggunakan perlengkapan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun perairan lainnya,” pungkas Raymond.
Basarnas juga mengingatkan masyarakat untuk segera menghubungi Emergency Call Basarnas 115 apabila terjadi kondisi darurat yang membutuhkan bantuan pencarian dan pertolongan.













