JAKARTA, Catatan Jurnalist — Aviliani, seorang ekonom senior INDEF ungkap alasan Presiden Prabowo memilih Purbaya menjadi Menkeu. Hal ini diungkapkan Aviliani dalam wawancara dalam kanal TV Nasional swasta.
Aviliani adalah ekonom senior. Wanita asal Malang itu kini menjabat sebagai Sekretaris Komite Ekonomi Nasional (KEN). Dirinya sudah malang melintang di dunia perekonomian Indonesia.
Mulanya Aviliani menyinggung kehadiran Purbaya Sadewa sebagai Menkeu itu mengejutkan bagi publik.
Menurutnya selama ini bagi publik, seorang pejabat harus sopan, namun hal tersebut tidak tampak pada Purbaya sejak muncul dan jadi sorotan publik karena gaya bicaranya yang koboy atau blak-blakan.
“Kebetulan sosok Purbaya ini adalah orang yang memang apa adanya, dan selalu bicara itu out of the box, tapi dasarnya data,” ujar Aviliani, dikutip dari Nusantara TV, Jumat (12/9/2025) kemarin.
Aviliani menceritakan kiprah Purbaya saat menjadi rekan kerjanya di Komite Ekonomi Negara (KEN) selama 4 tahun.
Menurut Aviliani, sosok Purbaya memang dikenal memberikan warna ketika diskusi.
Selain itu, kata Aviliani, sosok Purbaya yang apa adanya. Namun baginya tidak mengherankan sebagai orang yang sudah mengenalnya.
Aviliani mengatakan gaya bicara Purbaya yang blak-blakan tersebut justru menurutnya sangat membantu untuk menyampaikan informasi kepada publik secara transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
“Jadi begitu dia ngomong orang kaget, tapi kan ini memberikan warna baru, menurut saya, supaya kita bicara apa adanya, tidak ditutupi yang akhirnya masyarakat membukanya dengan hal yang negatif,” ujarnya.
Sebagai orang yang pernah bekerja sama, Aviliani meyakini setiap ucapan Purbaya berdasarkan data.
“Menurut saya sih sebenarnya dia Proden, dia ngomong pake data, gak mungkin dia ngomong tanpa data,” sambungnya.
Namun, Aviliani mengungkapkan catatan yang akan menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi Purbaya.
Meski sudah lama berkecimpung di pasar, namun Purbaya harus bersinergi dengan lembaga terkait untuk membuat gebrakan seperti yang diharapkan Purbaya.
Seperti kebijakan Rp 200 triliun yang diguyurkan untuk perbankan BUMN guna menggenjot ekonomi masyarakat.
Namun, ia menyoroti agar Purbaya juga tidak lupa regulasi dan tujuan lain negara untuk bisa menumbuhkan ekonomi masyarakat.
Selain itu, Aviliani juga berpesan soal Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang di mana di era Presiden Prabowo tersebut gencarnya kebijakan efisiensi anggaran hingga pajak.
Kemudian, Aviliani disinggung alasan Presiden Prabowo memilih Purbaya Sadewa menjadi Menkeu.
Aviliani menceritakan ada momen Presiden Prabowo terpukau dengan Purbaya.
Saat itu diselenggarakan acara sarasehan Prabowo dengan para pengusaha, akademisi dan sejumlah unsur lainnya untuk memberikan masukan kepada Prabowo sebagai Presiden baru.
Dalam kesempatan itu, Purbaya melakukan presentasi yang dinilai cukup berbeda dari yang lain.
“Nah, semua orang kan standar presentasinya, dia (Purbaya) memang agak beda, jadi dia ngolah data bilang iseng-iseng, jadi orang bingung, kok dia berani iseng-iseng, kata Pak Prabowo, ‘saya pikir hasilnya jelek ternyata bagus gitu’, terus dia (Purbaya) ngomong, ‘sebenarnya ekonomi Indonesia bagus, jadi tak perlu khawatir’.” tutur Aviliani mencontohkan perkataan Prabowo.
Aviliani pun menjelaskan selama ini kebanyakan publik pesimis dengan ekonomi, namun Purbaya justru menunjukkan optimisme itu kepada Prabowo.
“Nah dia tuh yang keliahatannya paling optimis waktu itu, Pak Prabowo kan mungkin mencari teman yang optimis juga,” ungkap Aviliani.
Aviliani menceritakan saat presentasi, Purbaya seolah berhasil meyakinkan Prabowo dengan menyampaikan data-data.
Kata Aviliani, Purbaya sempat bercerita kepadanya soal alasan dirinya dipilih menjadi Menkeu.
Kepada Aviliani, Purbaya pun menduga-duga alasan Prabowo memilihnya karena presentasi dan optimisme-nya tersebut.
“Karena waktu dia ditanya, dia bilang gitu: ‘mungkin waktu sarasehan’, dia bilang gitu,” ucap Aviliani menirukan ucapan Purbaya.
Setelah tampil di sarasehan itu, sejak itulah Purbaya menjadi sering dipanggil ke Istana.(Int)














