PALEMBANG, Catatan Jurnalist -– Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, menerima kunjungan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok di Medan dalam rangka silaturahmi dan penjajakan kerja sama, di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (14/04/2026).
Rombongan Konsulat Jenderal Tiongkok dipimpin oleh Huang He, didampingi Wakil Konsul Jiang Jiawen (Jessica), Konsul Li Hongwei, serta Konsul Muda Xu Mengqiu.
Dalam pertemuan tersebut, Huang He mengungkapkan kekagumannya terhadap Palembang yang dinilai memiliki sejarah panjang serta kekayaan budaya yang telah dikenal dunia.
“Saya senang pertama kali berkunjung ke Palembang dan mengenal budayanya. Kota ini memiliki sejarah panjang dan warisan luar biasa,” ujarnya.
Menurutnya, potensi tersebut membuka peluang kerja sama antara Tiongkok dan Sumsel di berbagai sektor, mulai dari budaya, investasi, pendidikan, hingga ekonomi. Ia juga menyinggung eratnya hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok dalam satu dekade terakhir, termasuk kerja sama strategis seperti proyek kereta cepat Jakarta–Bandung High-Speed Railway.
“Kunjungan ini menjadi langkah awal untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Sumsel. Kami juga mengundang Gubernur untuk berkunjung ke Konsulat Jenderal di Medan,” tambahnya.
Sementara itu, Herman Deru menyambut positif kunjungan tersebut dan menegaskan bahwa Palembang merupakan wilayah strategis untuk memulai kerja sama internasional.
“Palembang adalah kota tertua di Indonesia dan memiliki kedekatan historis dengan masyarakat Tionghoa. Ini menjadi modal kuat dalam membangun kolaborasi,” ujarnya.
Terkait investasi, ia menyebut kerja sama dengan Tiongkok selama ini telah berjalan baik, salah satunya melalui proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Sumsel.
“Tenaga kerja asing dari China yang bekerja di sini juga mampu beradaptasi dengan baik tanpa menimbulkan konflik dengan masyarakat,” ungkapnya.
Meski demikian, Herman Deru berharap investasi dari Tiongkok terus ditingkatkan guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan karet.
“Kami berharap investasi dapat terus berkembang agar perekonomian Sumsel semakin maju,” tegasnya.
Ia juga menyoroti peluang pembangunan industri baru, seperti pabrik ban, yang dinilai masih belum tersedia di Sumsel.
“Selama ini pabrik ban masih terpusat di Medan. Kami berharap ke depan dapat dibangun di Sumsel untuk menjaga stabilitas harga,” katanya.
Selain itu, ia menilai produk-produk asal Tiongkok, mulai dari kendaraan, elektronik hingga alat pertanian, sudah sangat akrab di tengah masyarakat Sumsel.
Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru turut memaparkan progres pembangunan infrastruktur strategis, termasuk Pelabuhan Samudera Tanjung Carat yang baru diluncurkan dengan nilai investasi mencapai Rp18 triliun.
“Kami berharap Tiongkok dapat berkontribusi dalam percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat,” ujarnya.
Pihak Konsulat Jenderal Tiongkok juga menekankan pentingnya sektor kelistrikan sebagai fondasi utama dalam pengembangan industri, termasuk manufaktur, kecerdasan buatan (AI), dan pertanian modern. Selain itu, batu bara dinilai memiliki potensi untuk diolah lebih lanjut menjadi gas sebagai sumber energi alternatif.
Tak hanya investasi, kedua pihak juga membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, seperti program pertukaran pelajar dan tenaga kerja.
Menutup pertemuan, Herman Deru mengundang pihak Konsulat Jenderal Tiongkok untuk kembali hadir dalam agenda Konferensi Anxi Sedunia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24–25 Oktober 2026.
“Kami mengundang untuk hadir pada Oktober mendatang. Ke depan, kami juga akan menyiapkan delegasi guna memperkuat kerja sama yang telah dibahas,” pungkasnya.
Laporan : Dapites











