Hadapi Ancaman El Nino, Pemkab OKU Timur Salurkan 223 Pompa Air dan Puluhan Alsintan

OKU TIMUR, Catatan Jurnalist – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur memperkuat langkah antisipasi menghadapi ancaman kemarau dan fenomena El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan.

Melalui Dinas Pertanian, Pemkab OKU Timur menyalurkan berbagai bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani, mulai dari pompa air, sistem irigasi hingga alat dan mesin pertanian (Alsintan).

Secara keseluruhan, bantuan yang disiapkan meliputi 223 unit pompa air, 55 unit irigasi perpompaan, 22 unit sumur bor dangkal dan dalam, serta 40 unit bantuan perbaikan irigasi tersier.

Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati OKU Timur Lanosin, didampingi Plt. Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Niswaturrohmah, di Kantor Dinas Pertanian OKU Timur, Rabu (2/9/2026).

Dalam penyerahan kali ini, sebanyak 119 unit pompa air diserahkan secara simbolis kepada kelompok tani. Bantuan tersebut terdiri dari 41 unit pompa berukuran 6 inci dan 78 unit pompa berukuran 4 inci.

Selain pompa air, pemerintah daerah juga menyerahkan lima unit traktor roda dua, lima unit traktor roda empat dan tiga unit rotavator.

Bupati OKU Timur Lanosin mengatakan, ancaman kemarau harus direspons secara serius karena dapat berdampak langsung terhadap sektor vital, terutama pertanian.

Menurutnya, peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi El Nino perlu menjadi perhatian bersama agar pemerintah dan masyarakat dapat melakukan langkah mitigasi sejak dini.

“Jika kita tidak bergerak cepat, dampak buruknya dapat memukul berbagai sektor vital, mulai dari pertanian, ketersediaan air bersih, energi hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan,” ujar Lanosin.

Ia menjelaskan, komoditas pangan seperti padi dan jagung menjadi sektor yang rentan terdampak kekeringan. Kedua tanaman tersebut membutuhkan ketersediaan air yang cukup dalam setiap fase pertumbuhannya.

Karena itu, menurut Lanosin, penggunaan varietas unggul yang tahan kekeringan, pengembangan inovasi irigasi serta pompanisasi harus terus diperkuat.

“Selain itu, kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci untuk menjaga stabilitas produksi pertanian,” katanya.

Lanosin menegaskan, bantuan sarana dan prasarana pertanian tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu petani mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi pertanian.

Ia juga meminta kelompok tani penerima bantuan memanfaatkan dan merawat seluruh fasilitas yang diberikan sesuai peruntukannya.

“Bantuan ini harus dimanfaatkan dengan baik dan dirawat sehingga umur ekonomisnya dapat bertahan lebih lama. Dengan demikian, manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh para petani,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian OKU Timur Niswaturrohmah mengatakan, OKU Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu daerah penghasil padi terbesar di Sumatera Selatan bahkan di tingkat nasional.

Pada 2025, OKU Timur mencatat peningkatan produksi beras hingga menempatkan daerah tersebut di peringkat ketiga secara nasional. Atas capaian itu, OKU Timur juga mendapatkan penghargaan langsung dari Presiden Republik Indonesia.

Pada tahun yang sama, OKU Timur berhasil mencapai target produksi 1 juta ton Gabah Kering Panen (GKP) dengan realisasi mencapai 1.075.487 ton GKP, atau setara dengan 923.413 ton Gabah Kering Giling (GKG).

“Ke depan, produksi tersebut akan terus ditingkatkan sehingga OKU Timur diharapkan mampu mencapai target 1 juta ton Gabah Kering Giling,” ujar Niswaturrohmah.

Namun, capaian produksi tersebut tetap menghadapi tantangan, terutama ancaman kemarau ekstrem dan El Nino yang dapat menyebabkan kekurangan air, gagal panen hingga penurunan produksi pertanian apabila tidak dimitigasi sejak dini.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Dinas Pertanian OKU Timur bersama para penyuluh pertanian telah melakukan berbagai langkah, di antaranya mempercepat masa tanam, memberikan pendampingan kepada petani serta memperkuat dukungan sarana dan prasarana pertanian.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa pompa air, tetapi juga benih untuk mendukung percepatan tanam, pupuk organik cair untuk meningkatkan kesuburan lahan serta berbagai Alsintan untuk mendukung proses produksi mulai dari pengolahan lahan hingga pascapanen.

Sejak awal 2026 hingga saat ini, bantuan pertanian untuk mengantisipasi dampak El Nino telah disalurkan kepada petani OKU Timur. Bantuan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten OKU Timur, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Kementerian Pertanian.

Selain 223 unit pompa air, pemerintah juga menyiapkan 55 unit irigasi perpompaan, 22 unit sumur bor dangkal dan dalam serta 40 unit bantuan perbaikan irigasi tersier.

Untuk mendukung mekanisasi pertanian, bantuan Alsintan yang disiapkan terdiri dari 30 unit traktor roda dua, 32 unit traktor roda empat, tujuh unit rotavator, 15 unit rice transplanter, 20 unit combine harvester dan lima unit power thresher.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dampak El Nino terhadap sektor pertanian di OKU Timur dapat dikurangi sehingga produksi pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani juga semakin baik,” pungkas Niswaturrohmah.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *