BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Himpunan Mahasiswa Banyuasin (HIMBA) mendorong Pemerintah Kabupaten Banyuasin menjadikan kawasan hutan mangrove di wilayah pesisir sebagai destinasi ekowisata berkelanjutan yang mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.
Ketua HIMBA, Joni Iskandar, mengatakan Banyuasin memiliki kawasan pesisir dengan ekosistem mangrove yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek wisata berbasis lingkungan. Selain berfungsi melindungi wilayah pesisir dari ancaman abrasi, kawasan mangrove juga dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru melalui sektor pariwisata, pemberdayaan UMKM, edukasi lingkungan, hingga membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.
Menurutnya, pengembangan kawasan mangrove harus dilakukan secara terencana dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, hingga pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelestarian lingkungan tetap berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Hutan mangrove merupakan aset strategis yang dimiliki Kabupaten Banyuasin. Potensi ini harus dikelola secara berkelanjutan agar tidak hanya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal,” ujar Joni, Rabu (8/7/2026).
Ia juga merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Banyuasin menyusun kebijakan strategis yang mendukung pengembangan kawasan wisata mangrove. Di antaranya melalui pembangunan infrastruktur penunjang, peningkatan kapasitas masyarakat sebagai pengelola wisata, serta promosi destinasi ekowisata yang terintegrasi dengan potensi unggulan daerah.
Menurut Joni, pengembangan kawasan mangrove sebagai taman ekowisata layak dijadikan salah satu prioritas pembangunan daerah karena sejalan dengan upaya pelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
HIMBA berharap rekomendasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Banyuasin dalam merumuskan kebijakan pembangunan berbasis lingkungan. Selain memperkuat identitas Banyuasin sebagai daerah pesisir yang memiliki potensi wisata alam, langkah tersebut juga dinilai mampu mendukung terwujudnya pembangunan ekonomi hijau (green economy) yang berkelanjutan.












