SORONG, Catatan Jurnalist — Semangat mempererat persaudaraan dan memperkuat kontribusi alumni untuk pembangunan Tanah Papua mengemuka dalam Musyawarah Besar (Mubes) II, Ikatan Alumni Jawa Timur se-Tanah Papua (IKALJATIM) yang digelar di Hotel Panorama, Kota Sorong, Papua Barat Daya.
Mubes II IKALJATIM yang dilaksanakan mulai 24-25 Juli 2026. Tidak hanya menjadi forum evaluasi organisasi dan pemilihan kepengurusan baru. Pertemuan para alumni yang pernah menempuh pendidikan di Jawa Timur, khususnya Kota Studi Surabaya, ini juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membahas berbagai gagasan terkait arah pembangunan di Tanah Papua.
Rangkaian kegiatan turut diisi diskusi panel yang membahas sejumlah kebijakan dan isu pembangunan daerah. Forum tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi dan mendorong peran alumni dalam memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua Umum IKALJATIM se-Tanah Papua, Yohanes Momot, mengatakan organisasi yang dipimpinnya bukan sekadar tempat berkumpulnya alumni, tetapi menjadi rumah besar yang menyatukan seluruh anggota tanpa membedakan angkatan, profesi, maupun latar belakang.
Menurut Yohanes, ikatan persaudaraan yang tumbuh sejak masa pendidikan di Surabaya merupakan modal sosial yang harus terus dirawat. Para alumni diharapkan dapat saling mendukung dan berkolaborasi untuk memberikan manfaat bagi masyarakat serta pembangunan Tanah Papua.
“Melalui Mubes II ini, kita ingin memperkuat rasa persaudaraan, mempererat silaturahmi, dan menjaga kekompakan seluruh alumni dari berbagai angkatan. Perbedaan usia maupun latar belakang bukan menjadi penghalang, tetapi justru menjadi kekuatan untuk bersama-sama memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Yohanes, Jumat (24/7/2026).
Ia berharap Mubes II mampu melahirkan kepengurusan yang solid, memiliki semangat pengabdian, serta membawa IKALJATIM semakin berkembang dan berperan dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Tanah Papua.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina IKALJATIM se-Tanah Papua, Paulus Waterpauw, mengajak seluruh alumni Jawa Timur untuk menjaga persatuan dan memperkuat solidaritas lintas generasi.
Paulus menegaskan, IKALJATIM harus menjadi ruang bersama yang mampu merangkul seluruh alumni tanpa memandang perbedaan profesi, suku, agama, maupun latar belakang.
“IKALJATIM adalah rumah besar bagi seluruh alumni Jawa Timur di Tanah Papua. Organisasi ini harus menjadi perekat persaudaraan, tempat saling mendukung, saling menguatkan, dan bersama-sama memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan di Tanah Papua,” kata Paulus.
Ia menilai nilai kebersamaan yang terbentuk selama menempuh pendidikan di Jawa Timur merupakan modal sosial yang sangat berharga. Karena itu, Mubes II diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepengurusan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan program konkret di bidang pendidikan, sosial, kemasyarakatan, serta pembangunan daerah.
Paulus juga mendorong para alumni untuk terus menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi agar IKALJATIM dapat tumbuh menjadi organisasi yang solid, inklusif, dan memberikan manfaat bagi anggota maupun masyarakat luas.
“Mari kita jadikan Mubes II ini sebagai momentum memperkuat persaudaraan lintas angkatan, mempererat silaturahmi, dan membangun komitmen bersama agar IKALJATIM terus tumbuh menjadi organisasi yang memberi manfaat bagi Tanah Papua dan bangsa Indonesia,” tuturnya.
Mubes II IKALJATIM dihadiri alumni dari berbagai daerah di Tanah Papua. Forum tersebut diharapkan menjadi titik penguatan organisasi sekaligus langkah bersama untuk menjadikan IKALJATIM sebagai mitra strategis dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Tanah Papua melalui kontribusi para alumninya.















