BALI, Catatan Jurnalist — Peristiwa itu terjadi saat kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya sedang dalam perjalanan dari pelabuhan Surabaya di pesisir timur Pulau Jawa menuju Bali, Rabu malam, seperti dilansir Thansettakij.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan melaporkan bahwa tim penyelamat telah mengirimkan sembilan kapal untuk segera mencari di perairan dekat lokasi kejadian, menyelamatkan 29 orang korban selamat.
Banyak dari mereka yang diselamatkan dalam kondisi tidak sadarkan diri setelah terombang-ambing di laut selama beberapa jam. Kepolisian Kabupaten Banyumas melaporkan bahwa sebagian besar korban selamat adalah penduduk setempat dari daerah pesisir, dan beberapa berasal dari daerah pedalaman Jawa.
Pihak berwenang sedang menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal. Operator feri mengatakan kepada media lokal bahwa awak kapal melaporkan adanya masalah mesin sesaat sebelum kapal tenggelam.
Sementara itu, pernyataan dari Sekretariat Kabinet Indonesia Maju menyebutkan bahwa Presiden Joko Widodo yang saat ini tengah berkunjung ke Arab Saudi telah menginstruksikan instansi terkait untuk segera menangani situasi darurat tersebut.
Pernyataan itu juga mengisyaratkan bahwa insiden itu mungkin disebabkan oleh kondisi cuaca
Rute feri antara Jawa dan Bali merupakan salah satu rute tersibuk di Indonesia, yang sering digunakan oleh penduduk lokal maupun wisatawan. Namun, Indonesia, negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, sering mengalami kecelakaan maritim karena kekhawatiran akan standar keselamatan yang lemah. Banyak feri yang kelebihan muatan dan tidak memiliki peralatan keselamatan yang memadai.
Pada bulan Maret, sebuah feri penumpang tenggelam di laut lepas pantai Bali, yang mengakibatkan kematian seorang wanita Australia dan sedikitnya satu orang lainnya cedera. Selain itu, pada tahun 2018, sebuah feri terbalik di Danau Toba di Pulau Sumatra, salah satu danau terdalam di dunia, yang menewaskan lebih dari 150 orang.
Kejadian terbaru ini semakin meningkatkan kekhawatiran tentang keselamatan maritim Indonesia, di tengah harapan bahwa 38 orang yang hilang akan ditemukan hidup selama operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung.
***















