30 Hektare Kebun Raya Sriwijaya Ogan Ilir Terbakar

OGAN ILIR, Catatan JurnalistPenanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kebun Raya Sriwijaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, diperkuat dengan penambahan pasukan pemadam.

Untuk mempercepat proses pemadaman, saat ini telah dikerahkan empat regu Manggala Agni yang terdiri dari dua regu dari Daops Banyuasin, satu regu dari Daops Sarolangun, Jambi, dan satu regu dari Daops Lahat.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan, penambahan personel dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang terus meluas di kawasan tersebut.

“Untuk percepatan pemadaman, kami menambahkan pasukan. Posisi saat ini dua regu Banyuasin, satu regu Sarolangun, dan satu regu Lahat,” ujar Ferdian, Sabtu (05/09/2026).

Selain penambahan pasukan darat, upaya pemadaman juga diperkuat melalui jalur udara. Satu unit helikopter water bombing telah beroperasi melakukan penyiraman ke lokasi kebakaran.

Karhutla di Kebun Raya Sriwijaya terjadi sejak Kamis (3/9/2026). Hingga Jumat (4/9/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare.

Kebakaran terjadi di kawasan lahan milik Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Sumatera Selatan, tepatnya di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara.

Ferdian menjelaskan, kondisi lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Kedalaman gambut di lokasi yang terbakar mencapai sekitar satu meter, sehingga api berpotensi menjalar hingga ke lapisan bawah permukaan.

“Gambutnya dalam dan bahan bakaran melimpah. Kalau air masih cukup, namun butuh waktu karena terjadi di gambut. Jadi kita harus benar-benar memastikan aman dan tuntas,” katanya.

Dengan tambahan personel dan dukungan helikopter water bombing, petugas terus melakukan pemadaman serta pendinginan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan meluas melalui lapisan gambut.

banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *