Karhutla Sumsel Masih Membara, Muara Medak Capai 115 Hektare dan OKI 4–5 Hektare

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Sumatera Selatan. Dari 12 titik karhutla yang terdata pada Rabu (19/8/2026), enam lokasi masih dalam penanganan, dengan luasan kebakaran cukup signifikan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Berdasarkan Laporan Harian Penanganan Karhutla Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera hingga pukul 19.00 WIB, terdapat 12 lokasi karhutla di Sumsel, Kamis (20/08/2026) pagi,  Enam lokasi telah berhasil dipadamkan, sedangkan enam lainnya masih dalam proses penanganan.

Lokasi yang masih terbakar meliputi Desa Lorok, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir; Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim; Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Muba; Desa Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, OKI; Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI; serta Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam, OKI.

Muara Medak menjadi salah satu lokasi dengan luasan kebakaran terbesar. Estimasi awal luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 115 hektare.

Tim Manggala Agni yang berada di lokasi telah melakukan penanganan selama delapan hari. Upaya pemadaman darat terus dilakukan dengan dukungan Satgas Udara melalui operasi water bombing (WB).

“Hari ini tim Satgas Udara membantu satu water bombing dan sedang persiapan. Kendala saat ini ketersediaan air makin minim sehingga kami tidak leluasa menambah pasukan lagi. Satgas sedang mengupayakan alat berat,” demikian keterangan dalam laporan penanganan di lapangan.

Kondisi berbeda terjadi di sejumlah wilayah OKI. Luasan kebakaran saat ini diperkirakan mencapai 4–5 hektare. Tim terus berupaya melakukan pemadaman sedini mungkin untuk mencegah api meluas.

“Lokasi-lokasi di OKI saat ini sekitar 4–5 hektare. Kita coba terus pemadaman sedini mungkin sebelum meluas,” demikian keterangan tim.

Penanganan di lapangan dilakukan secara terpadu dengan mengandalkan personel darat serta dukungan operasi udara. Upaya ini dinilai penting mengingat sebagian lokasi memiliki akses yang sulit dan ketersediaan sumber air mulai terbatas.

Untuk mendukung penanganan karhutla di Sumsel, Balai Dalkarhut Sumatera mengerahkan dua helikopter patroli dan lima helikopter water bombing.

Selain Sumsel, karhutla juga masih ditangani di sejumlah wilayah Sumatera lainnya, termasuk Jambi, Riau, Kepulauan Riau dan Bangka Belitung.

Balai Dalkarhut Sumatera mengingatkan bahwa data dan luasan karhutla dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Penanganan terus dilakukan untuk mengendalikan api agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

banner 970x250banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *