Karhutla Sumsel Mulai Meningkat, OKI dan Muratara Jadi Wilayah Terluas Terbakar

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan mulai menunjukkan peningkatan pada 2026. Hingga April 2026, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 182,5 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten di Sumsel.

Hal tersebut disampaikan Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, berdasarkan data rekapitulasi sementara luas kebakaran periode Januari-April 2026, diterima redaksi Catatanjurnalist.com, Minggu (31/05/2026)

Dari data yang dihimpun, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan luas kebakaran terbesar mencapai sekitar 20 hektare. Disusul Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) seluas 53,2 hektare dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekitar 33,1 hektare. Selain itu, kebakaran juga tercatat terjadi di Muara Enim, Ogan Ilir, PALI, hingga OKU.

Ferdian Krisnanto mengungkapkan bahwa kondisi ini menjadi peringatan dini bagi seluruh pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan mulai berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama mengingat sebagian besar kebakaran lahan dipicu oleh aktivitas manusia, baik sengaja maupun akibat kelalaian saat membuka lahan.

“Seluruh pihak harus memperkuat langkah antisipasi sejak dini agar luas kebakaran tidak terus meningkat dan tidak berkembang menjadi bencana asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Data historis menunjukkan luas karhutla di Sumsel pernah mencapai ratusan hingga hampir seribu hektare pada periode Januari-April di beberapa tahun sebelumnya. Pada 2022 misalnya, luas lahan terbakar tercatat mencapai sekitar 995,3 hektare. Sementara pada 2025 mencapai sekitar 144,2 hektare.

Pemerintah bersama instansi terkait kini terus melakukan patroli terpadu, sosialisasi kepada masyarakat, serta pemantauan titik panas guna menekan potensi kebakaran yang lebih luas menjelang puncak musim kemarau 2026.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya agar dapat ditangani lebih cepat.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *