Karhutla Sumsel Semakin Membara, 105 Hektare Lahan Terbakar di OKI dan Muara Enim

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan masih menunjukkan kondisi serius. Hingga Kamis (20/8/2026), sedikitnya 105 hektare lahan masyarakat terbakar di dua wilayah, yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Muara Enim.

Data tersebut berdasarkan laporan pemadaman Manggala Agni Daops Sumatera XVII/OKI dan Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat. Dari total luasan tersebut, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 3 hektare, sementara api masih menyala di kedua lokasi.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, titik karhutla di OKI berada di Desa Pangkalan Lampam, Kecamatan Pangkalan Lampam.

Di lokasi ini, luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 85 hektare, sedangkan area yang berhasil dipadamkan baru sekitar 2,5 hektare.

Kondisi kebakaran cukup berat karena terjadi di lahan masyarakat dengan jenis tanah gambut sedang, dengan kedalaman lebih dari 50 sentimeter. Api membakar permukaan sekaligus bagian bawah tanah.

Vegetasi yang terbakar meliputi purun, tegakan gelam, belidang, semak belukar, karet hingga sawit. Tegakan gelam yang rapat membuat kobaran api sulit dikendalikan.

Selain kondisi gambut, tim juga menghadapi kendala sumber air. Kanal yang menjadi sumber air memiliki jarak sekitar 150 hingga 300 meter dari titik api.

Tim Manggala Agni bersama unsur terkait melakukan pemadaman dengan menyerang langsung kepala api dan menyisir sisi kiri area terbakar dengan membuat ilaran. Cuaca ekstrem dan angin cukup kencang turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman.

Untuk memperlambat pergerakan api, pemadaman juga mendapat dukungan water bombing menggunakan satu unit helikopter WB BNPB. Meski pergerakan api berhasil diperlambat, kondisi terakhir di Pangkalan Lampam menunjukkan api belum padam dan masih membutuhkan pemadaman lanjutan.

Sementara itu, titik karhutla lainnya terdeteksi di Desa Suka Maju, Kecamatan Sungai Rotan, Kabupaten Muara Enim. Berdasarkan laporan Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat, kebakaran di lokasi tersebut memasuki hari pertama pemadaman.

Luasan lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 hektare, sedangkan tim baru berhasil memadamkan sekitar 0,5 hektare. Artinya, masih terdapat sekitar 19,5 hektare area yang belum tertangani secara penuh.

Baca juga:

Kebakaran terjadi pada lahan berstatus APL milik masyarakat dengan vegetasi berupa semak belukar. Yang menjadi perhatian, lahan tersebut merupakan kawasan gambut dengan kedalaman mencapai sekitar 150 sentimeter.

Tim gabungan melakukan pemadaman darat menggunakan dua unit mesin pompa, dua selang hisap, 15 roll selang pembuang dan dua nozzle. Mobil slip on serta satu unit sepeda motor KLX digunakan untuk mendukung mobilisasi personel dan peralatan.

Pemadaman melibatkan Manggala Agni Daops Sumatera XVI/Lahat bersama masyarakat, Koramil Gelumbang, Damkar dan BPBD Kabupaten Muara Enim.

Namun, seperti di Pangkalan Lampam, kondisi kebakaran di Desa Suka Maju juga belum sepenuhnya terkendali. Api masih menyala dan pemadaman darat harus terus dilanjutkan.

Jika dua lokasi tersebut digabungkan, total luasan karhutla yang tercatat mencapai 105 hektare, dengan area yang baru berhasil dipadamkan sekitar 3 hektare.

Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman karhutla di Sumsel masih cukup serius, terutama pada lahan gambut yang memiliki potensi kebakaran bawah permukaan dan sulit dipadamkan secara cepat.

Tim gabungan masih melakukan penanganan di lapangan sekaligus mengantisipasi agar api tidak meluas ke area lain.

banner 970x250banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *