Kebakaran Lahan Tiga Hektare Kembali Terjadi di Banyuasin

BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Kali ini, sekitar tiga hektare lahan di Desa Muara Sugih, Kecamatan Tanjung Lago, terbakar sejak Minggu kemarin.

Kebakaran diduga bermula dari aktivitas warga yang membakar sampah. Api kemudian membesar dan meluas akibat tiupan angin kencang.

Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, yang turun ke lokasi pada Senin (24/8/2026) untuk ikut memadamkan api. Ia didampingi Kepala BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana.

Setelah api berhasil dipadamkan, Netta kembali mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terlebih saat musim kemarau.

Menurutnya, kondisi cuaca kering dan kualitas udara yang saat ini tidak sehat di Sumatera Selatan membuat potensi kebakaran lahan semakin tinggi.

“Kita telah mengimbau semua masyarakat, pelaku usaha perkebunan agar berhati-hati terutama di musim kemarau. Hal ini harus sangat kita perhatikan, mengingat saat ini kualitas udara di Sumatera Selatan sangat tidak sehat,” ujar Netta.

Ia juga meminta camat, kepala desa, serta seluruh perangkat pemerintahan di tingkat kecamatan dan desa untuk terus mengingatkan masyarakat terkait bahaya kebakaran lahan.

Netta menegaskan, Pemerintah Kabupaten Banyuasin tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pembukaan atau pengelolaan lahan dengan cara membakar. Pelaku usaha perkebunan yang terbukti melakukan pembakaran dapat dikenakan sanksi pidana hingga 10 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar, sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Mari kita waspada kebakaran, kita jaga bersama dan ikut ambil andil dalam pencegahan kebakaran,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Banyuasin Reza Agust Perdana mengatakan, setelah menerima laporan kebakaran, pihaknya langsung mengerahkan personel dan armada pemadam ke lokasi.

BPBD Banyuasin juga terus melakukan sosialisasi dan imbauan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial, agar masyarakat menghentikan praktik pembakaran hutan dan lahan.

Reza mengapresiasi pemerintah kecamatan dan desa yang turut membantu proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan bagi masyarakat Banyuasin untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi kemarau yang meningkatkan risiko penyebaran api.

banner 970x250 banner 970x250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca juga