BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Banyuasin Dr. Sukardi merespon ungkapan rasa syukur terimakasih dan keluhan masyarakat di dua Kecamatan Pulau Rimau dan Selat Penugukan karena pemerintah telah melakukan perbaikan tanah kering Pulau Rimau sebagai akses penghubung utama kelancaran ekonomi rakyat di dua kecamatan tersebut.
Dikatakan Sukardi masyarakat sangat senang dan bahagia diperbaiki jembatan tanah kering yang merupakan akses satu-satunya mobilisasi masyarakat melalui jalur darat dalam menggerakan roda ekonomi.
“Disini saya ingin menyampaikan ungkapan terimakasih masyarakat kepada Bupati Banyuasin Bapak Askolani dan Gubernur Sumatera Selatan Bapak Herman Deru, bahwasanya masyarakat sangat berbahagia dengan telah dilakukan perbaikan jembatan tanah kering Pulau Rimau, dimana jembatan tersebut telah di eluh-eluhkan perbaikannya oleh masyarakat setempat,” kata Sukardi saat dihubungi via selulernya, Rabu (02/07/2025) malam.
Namun disamping itu saya juga menerima aspirasi masyarakat terkait mobilitas dan kelancaran aktifitas masyarakat yang cukup terhambat dampak dari perbaikan jembatan tersebut. Sukardi berharap pemerintah dapat memberikan solusi kepada masyarakat.
“Disamping ungkapan rasa terimakasih masyarakat, saya juga menyampaikan keluhan masyarakat terkait perbaikan jembatan tanah kering tersebut, dimana dengan aturan jam kerja membuat masyarakat terhambat mobilitas dan kelancaran aktifitas, sehingga timbul masalah sosial baru dikalangan masyarakat. Salah satu contoh, misalnya terjadi antrian yang panjang kendaraan ataupun bahkan sudah menunggu berjam-jam karenan pengerjaan dimulai pukul 08.00 pagi sampai dengan jam 05.00 atau jam 06.00 magrib. Dan bahkan saat ada masyarakat sakit pun kesulitan melintas dan terpaksa membatalkan perjalanan kerana jembatan tidak dapat dilalui,” terang Sukardi.
“Akibat hal tersebut saya ingin menyampaikan kepada Dinas Pekerja Umum dan pemerintah agar sekira diberikan solusi kepada masyarakat dengan membangunkan jembatan darurat sebagai akses penyeberangan masyarakat. Sehingga dengan adanya akses jembatan darurat tersebut masyarakat tetap dapat melakukan aktifitas dan bergerak perputaran ekonominya,” harap Sukardi.
Video dan Foto Dampak Sosial antrian kendaraan :
Ketua KTNA Banyuasin ini juga berharap pemerintah dapat melakukan rekayasa lalu lintas memberi kesempatan pada pengendara untuk dapat melintas secara bergiliran.
“Kami berharap jika memang memungkinkan dilakukan rekayasa lalu lintas secara bergantian, sehingga masyarakat tetap dapat lewat, atau pun pekerjaannya dapat dikerjakan pada saat malam hari. Namun lebih tepatnya jika dibangunkan jembatan darurat sebagai solusi tepat aktifitas masyarakat,” pungkasnya.
Salain itu perlu juga pengawasan terhadap kendaraan yang bergerak pada malam hari yang membawa muatan dengan kapasitas yang melebihi kesepakatan, dimana masyarakat menyebutkan masih banyak kendaraan yang bermuatan lebih dari 10 ton melintas, padahal disepakati jembatan hanya boleh dilintasi kendaraan dengan tonase sekitar 4 ton saja.
Laparan : Dede Sunarya














