BELU, Catatan Jurnalist – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, melakukan kunjungan kerja ke Sentra Pelayanan Gizi dan Pangan (SPPG) Atambua Barat yang berada di Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, Kabupaten Belu.
Dalam kunjungan tersebut, Johni meninjau langsung ruang pengolahan makanan, perlengkapan dapur, hingga kondisi bangunan fasilitas pelayanan gizi yang saat ini melayani sebanyak 3.418 penerima manfaat, mulai dari anak usia sekolah, balita, hingga ibu hamil.
Ia mengapresiasi pengelolaan SPPG Atambua Barat yang dinilai berjalan baik sejak mulai beroperasi lebih dari satu tahun lalu. Menurutnya, fasilitas tersebut terlihat bersih, tertata rapi, dan didukung peralatan yang memadai.
“SPPG Atambua Barat ini kondisinya sangat baik, bersih, peralatannya lengkap, dan bangunannya juga masih baru. Selama berjalan lebih dari satu tahun, tidak ada kendala berarti,” ujar Johni, Kamis (21/05/2026).
Johni menekankan pentingnya menjaga mutu pelayanan agar program pemenuhan gizi masyarakat dapat berjalan optimal dan aman. Ia meminta seluruh petugas tetap disiplin menjalankan standar operasional, mulai dari kebersihan hingga kualitas bahan makanan yang digunakan.
“Saya berharap seluruh penerima manfaat benar-benar mendapatkan asupan gizi yang berkualitas. Kebersihan petugas, peralatan, dan bahan makanan harus tetap sesuai standar agar pelayanan tetap aman dan maksimal,” tegasnya.
Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, keberadaan SPPG juga dinilai memberi dampak positif terhadap perekonomian warga sekitar. Hasil pertanian dan peternakan masyarakat lokal seperti sayur, buah, dan daging mulai diserap sebagai bahan baku utama untuk kebutuhan dapur SPPG.
Tak hanya itu, fasilitas tersebut juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat. Hingga kini, sedikitnya 51 tenaga kerja lokal telah diberdayakan untuk mendukung operasional SPPG Atambua Barat.
“Keberadaan SPPG membawa dampak positif bagi masyarakat. Lapangan kerja terbuka, hasil bumi warga memiliki pasar yang jelas, dan di sisi lain kita juga dapat membantu menekan angka stunting demi menciptakan generasi yang sehat dan cerdas,” tambahnya.
Di sela kunjungan, salah satu mitra pengelola SPPG, Diana Luan, menyampaikan kendala yang masih dihadapi dalam operasional sehari-hari, yakni keterbatasan pasokan tabung gas ukuran 50 kilogram untuk kebutuhan memasak dalam skala besar.
Menanggapi hal tersebut, Johni memastikan pemerintah daerah akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna mencari solusi agar pelayanan gizi kepada masyarakat tidak terganggu.
“Kami akan segera berkoordinasi agar persoalan pasokan gas ini bisa segera diatasi dan tidak menghambat pelayanan bagi masyarakat,” pungkasnya.














