TAMBRAUW, Catatan Jurnalist – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Abun menggelar kegiatan sosialisasi dan dengar pendapat bersama masyarakat Distrik Abun dan Amberbaken Barat terkait situasi keamanan dan kenyamanan di wilayah Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kampung Waibem itu dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, hingga aparat kampung dari berbagai wilayah. Forum tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat adat dan pemerintah dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah adat.
Sekretaris LMA Suku Abun, Kundrat Yeudi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi langkah penting untuk mempererat hubungan persaudaraan serta menjaga situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Tambrauw.
“Kita sebagai masyarakat adat harus menjaga tanah ini dengan baik. Jangan mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat memecah persatuan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar Kundrat kepada wartawan usai kegiatan, Sabtu (24/5/2026).
Ia menegaskan, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat pemerintah dan kepolisian, tetapi juga tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat adat.
Dalam forum itu, LMA Suku Abun juga mengajak tokoh adat, tokoh agama, pemuda, dan perempuan untuk terus membangun komunikasi yang baik demi menciptakan situasi yang harmonis di setiap kampung.
Selain dialog bersama masyarakat, kegiatan tersebut diisi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga nilai-nilai adat, menghormati hak ulayat, serta memperkuat solidaritas antarwarga di wilayah Tambrauw.
Masyarakat yang hadir menilai kegiatan seperti ini sangat penting karena membuka ruang komunikasi langsung antara masyarakat adat, tokoh kampung, dan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan melalui musyawarah dan pendekatan adat.
“Kami mendukung kegiatan ini karena masyarakat bisa menyampaikan pendapat secara langsung. Harapan kami situasi di Tambrauw tetap aman dan masyarakat hidup saling menghargai,” ujar salah satu warga.
Para pemuda yang hadir juga mengajak generasi muda untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu konflik maupun perpecahan di lingkungan masyarakat adat.
Kegiatan sosialisasi dan dengar pendapat tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga keamanan, kenyamanan, serta mempererat hubungan persaudaraan antarwarga di Distrik Abun dan Amberbaken Barat demi masa depan Tambrauw yang damai dan harmonis.














