PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau langsung progres pembangunan ruas Tol Palembang–Betung, termasuk struktur ikonik Jembatan Musi V yang menjadi bagian dari proyek strategis nasional.
Dalam kunjungannya, AHY menegaskan ruas tol tersebut memiliki peran vital dalam memperkuat konektivitas wilayah di Pulau Sumatera. Proyek ini merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera yang nantinya menghubungkan Lampung hingga Aceh.
“Ruas tol ini sangat vital dan strategis untuk konektivitas wilayah. Proyek ini merupakan bagian dari Tol Trans Sumatera yang pada saatnya akan menghubungkan Lampung hingga Aceh,” ujar AHY.
Ia menyebut, kehadiran tol ini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi titik kemacetan, terutama saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Pemerintah menargetkan ruas tol ini dapat difungsikan secara sementara atau fungsional sebelum Lebaran, tepatnya H-10.
Meski mendorong percepatan, AHY mengingatkan pentingnya keselamatan kerja dan kualitas konstruksi. Sebelum dioperasikan, Jembatan Musi V akan menjalani uji kelaikan, termasuk uji beban.
“Nantinya akan dilakukan uji kelaikan terlebih dahulu, khususnya di Jembatan Musi V, sebelum dioperasionalkan,” katanya.
AHY juga menyoroti proses pembebasan lahan yang masih berlangsung. Pemerintah, lanjutnya, terus mengoordinasikan penyelesaian lahan agar proyek berstatus clean and clear dan tidak menghambat target penyelesaian.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang menerangkan, dua hari terkahir telah mendampingi Menko Infrastruktur dan kewilayahan RI melakukan kunjungan kerja di Sumatera Selatan. Terkait fungsional Pemprov Sumsel akan melakukan pengawasan intens dan memastikan jembatan dapat di fungsionalkan jelang lebaran mendatang.
“Pak wagub mendampingi Menko sejak pagi dari Unsri, dan saat ini kita meninjau pembangunan Jembatan Musi V yang merupakan penghubung ruas tol Kapal Betung. Hal ini menyiapkan lebaran nanti dapat dipergunakan oleh para pemudik,” kata Cik Ujang.
“Kita akan kawal terus supaya nanti ini dapat digunakan untuk mengurai kemacetan yang terjadi pada ruas jalan utama dan nanti dapat dimanfaatkan para pemudik dalam melakukan perjalanan melintasi Sumatera Selatan,” ungkap Cik Ujang.
Pemerintah Kota Ajukan Exit Tol
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan optimisme atas dampak besar tol tersebut bagi masyarakat. Ia menyebut kehadiran tol mampu memangkas waktu tempuh dari 3 hingga 4 jam menjadi sekitar 1 jam.
Selain efisiensi waktu, tol ini juga diyakini akan memicu pertumbuhan ekonomi baru serta menjadi solusi efektif mengurangi kepadatan lalu lintas di dalam Kota Palembang.
Ratu Dewa mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan mengajukan surat resmi kepada kementerian terkait untuk pembangunan exit tol di wilayah Kecamatan Gandus.
“Kami berharap exit tol diarahkan ke Kecamatan Gandus agar akses wilayah tersebut benar-benar terbuka,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Panji Krisna Wardana, menjelaskan Jembatan Musi V menjadi struktur krusial yang menghubungkan Gandus dan Bengkinang. Panjang sisi Bengkinang mencapai 656 meter, sementara sisi Gandus 648 meter.
Secara keseluruhan, Jembatan Musi V memiliki panjang total 1.684 meter dengan lebar 2 x 12,7 meter. Bentang tengahnya terdiri dari konfigurasi 100 meter + 180 meter + 100 meter menggunakan metode Post-Tensioned Cast in Situ Concrete Box Girder.
Uji beban dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 dengan melibatkan 40 unit dump truck untuk memastikan kekuatan struktur. Sementara itu, seksi 1 dan 2 Tol Kapalbetung yang progresnya telah mencapai 89 persen direncanakan dibuka secara fungsional pada H-10 Lebaran.
Pemerintah menargetkan seluruh ruas Tol Kapalbetung sepanjang 106,81 kilometer rampung sepenuhnya pada akhir 2026. Dengan tersambungnya Palembang–Betung hingga Jambi, konektivitas di Pulau Sumatera diharapkan semakin terintegrasi dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi regional secara signifikan.
Laporan : Dapites












