MAGELANG, Catatan Jurnalist – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi peran luar biasa emak-emak di Jawa Tengah dalam menggerakkan ekonomi desa dan mewujudkan kemandirian pangan.
Dalam kunjungannya ke beberapa program pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), Menko Zulhas menyaksikan langsung bagaimana perempuan dengan multi perannya bisa menjadi pahlawan pangan.
“Mereka bukan hanya menjaga dapur di rumah masing-masing, tetapi juga orang sekitar. Saya apresiasi PNM dan pemerintah setempat yang suportif membangun ekosistem produktif untuk para petani perempuan,” ujar menko Zulhas.
Di Magelang, Menko Zulhas melakukan peninjauan ke Nasabah UlaMM (Unit Layanan Modal Mikro) dengan unit usaha Greenhouse (Pembibitan), Mini Market dan Pertanian Sayur. Di Desa Kopeng, Kabupaten Semarang, emak-emak anggota
Mekaar Rumah Pangan Kampung Madani mengelola 240 ayam petelur. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan gizi keluarga sekaligus menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan.
Selain itu, Menko Pangan Zulhas juga berdialog langsung dengan Kelompok Tayeman. Mereka berkreasi, mengolah hasil taninya menjadi produk bernilai tambah, seperti minyak serai, pupuk organik, dan olahan adas. Program pemberdayaan ini menunjukkan bahwa ketika perempuan diberi ruang untuk tumbuh, mereka tak hanya mengubah hidup sendiri, tapi juga menggerakkan komunitas bahkan turut serta mensukseskan program swasembada pangan.
hadir mendampingi dalam peninjauan ini, Drajad Wibowo (Komisaris Utama PT.PNM), Arief Mulyadi (Direktur Utama PT.PNM), Rahfie Syaefulshaaf (Direktur Utama PNM VC), Razaq Manan Ahmad (EVP Pengembangan Bisnis), Sekretaris PNM, dan Pemimpin Cabang PNM Semarang, serta pejabat Kemenko Pangan.(Rils Pangan)












