THR ASN 2026 Cair Awal Ramadhan, Ini Total Anggaran Disiapkan Pemerintah

JAKARTA, Catatan Jurnalist Angin segar berembus bagi para aparatur negara. Pemerintah memberi sinyal kuat bahwa Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 berpeluang dicairkan lebih awal, yakni pada fase awal Ramadhan.

Kepastian alokasi anggaran itu disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan dana THR telah disiapkan dalam APBN 2026 sebesar Rp 55 triliun.

“Sudah pasti nanti. Tapi saya tidak tahu tanggal pastinya yang jelas. Di awal-awal puasa kita harapkan sudah bisa kita salurkan,” ujar Purbaya usai menghadiri forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Jumat (13/2/2026), seperti dikutip dari Kompas.com.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab spekulasi publik yang berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Para PNS, PPPK, TNI, hingga Polri menantikan kepastian jadwal pencairan menjelang datangnya bulan suci.

Berpeluang Lebih Awal dari Pola Lama

Selama ini, pola pencairan THR ASN umumnya dilakukan 10 hingga 14 hari sebelum Idul Fitri. Jika mengacu pada kalender 2026, Lebaran diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026—meski kepastian tanggal tetap menunggu sidang isbat pemerintah.

Dengan pola lama, THR biasanya cair pada kisaran 11–15 Maret 2026. Namun, sinyal dari Menteri Keuangan membuka peluang pencairan dilakukan lebih dini, tepat di awal Ramadhan.

Meski demikian, kepastian tanggal tetap menunggu terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) yang lazim diumumkan menjelang bulan puasa.

Bukan Sekadar Tunjangan

Di balik kebijakan ini, pemerintah tidak sekadar berbicara soal kesejahteraan aparatur. THR ditempatkan sebagai instrumen strategis untuk menjaga denyut ekonomi pada kuartal pertama 2026.

Selain Rp 55 triliun untuk THR, total belanja negara pada awal tahun diproyeksikan mencapai Rp 809 triliun. Angka itu mencakup percepatan program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis, rehabilitasi pascabencana, serta berbagai stimulus tambahan lainnya.

“Jadi kita keluarkan semua belanjanya mungkin di bulan pertama untuk memastikan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi masih akan berkelanjutan,” kata Purbaya.

Dalam APBN 2026, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,4 persen. Namun pemerintah memasang ambisi lebih tinggi.

“Pertumbuhan ekonomi kita di APBN tahun ini 5,4 persen, tapi saya akan coba dorong ke arah 6 persen. Saya bayarnya dari situ,” tegasnya.

Di awal Ramadhan nanti, pencairan THR bukan hanya dinanti sebagai tambahan penghasilan. Ia menjadi simbol pergerakan belanja negara—yang diharapkan ikut menggerakkan roda konsumsi, menjaga optimisme, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional di awal tahun.(Red)

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *