PALEMBANG, Catatan Jurnaliat — Pemerintah Kota Palembang terus bergerak mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah kawasan permukiman. Salah satu langkah nyata yang kini dilakukan yakni normalisasi Sungai Seluang yang berada di belakang kawasan Hutan Wisata Punti Kayu.
Kegiatan normalisasi tersebut mendapat respons positif dari masyarakat sekitar, khususnya warga yang selama ini terdampak genangan air saat hujan deras mengguyur Kota Palembang.
Dalam proses pengerjaan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palembang menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan sedimentasi lumpur serta membersihkan tumpukan sampah yang menghambat aliran air di sepanjang Sungai Seluang. Selain alat berat, petugas kebersihan juga diterjunkan guna memastikan area sungai bersih dan aliran air kembali lancar.
Normalisasi sungai dinilai penting mengingat fungsi sungai tidak hanya sebagai jalur aliran air, tetapi juga sebagai sistem utama drainase alami kota. Ketika sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi dan dipenuhi sampah, kapasitas tampung air akan berkurang sehingga air mudah meluap ke permukiman warga saat intensitas hujan tinggi.
Selain itu, keberadaan sungai yang bersih dan terawat juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah erosi, serta mendukung kualitas sanitasi masyarakat di kawasan sekitar. Karena itu, normalisasi Sungai Seluang menjadi salah satu langkah strategis untuk mengembalikan fungsi sungai agar mampu mengalirkan debit air secara maksimal.
Bambang, warga Perumahan Arofatuna, mengaku bersyukur dan mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang melalui normalisasi Sungai Seluang tersebut.
Menurutnya, kondisi sungai sebelumnya sudah mengalami pendangkalan cukup parah dan dipenuhi sampah sehingga aliran air tidak berjalan normal. Akibatnya, saat hujan turun dengan intensitas tinggi, air kerap meluap dan menyebabkan genangan di kawasan permukiman warga.
“Selama ini kalau hujan deras, air cepat naik karena sungainya dangkal dan banyak sampah. Kami sangat senang sekarang ada pengerukan dan pembersihan sungai. Mudah-mudahan banjir bisa berkurang,” ujar Bambang, Kamis (21/05/2026) pagi.
Ia berharap kegiatan normalisasi sungai tidak hanya dilakukan sesaat, tetapi dapat berjalan secara rutin dan berkelanjutan agar kondisi sungai tetap terjaga serta tidak kembali mengalami pendangkalan.
Warga juga berharap kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dapat terus ditingkatkan. Sebab, selain faktor sedimentasi, sampah rumah tangga menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya aliran sungai di kawasan perkotaan.
Dengan adanya normalisasi Sungai Seluang tersebut, masyarakat berharap persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga sekitar Hutan Wisata Punti Kayu dapat perlahan teratasi dan lingkungan permukiman menjadi lebih aman serta nyaman saat musim hujan tiba.













