PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panic buying bahan kebutuhan pokok. Pasalnya, stok pangan di wilayah Sumsel dipastikan masih aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kepala Dinas Perdagangan Sumsel, Henny Yulianti, mengatakan peningkatan permintaan bahan pangan menjelang hari besar keagamaan merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun. Meski demikian, kondisi pasokan dan distribusi saat ini masih terkendali dengan baik.
“Menjelang Iduladha memang ada peningkatan permintaan sejumlah komoditas, tetapi masyarakat tidak perlu khawatir karena stok pangan di Sumsel masih aman,” ujar Henny, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, bawang merah, cabai, gula hingga bahan pangan lainnya masih tersedia cukup di pasaran.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan tidak membeli barang secara berlebihan karena distribusi kebutuhan pokok berjalan lancar.
“Kami berharap masyarakat tidak melakukan panic buying karena pasokan pangan tersedia dan mencukupi,” katanya.
Selain memastikan ketersediaan stok, Pemprov Sumsel juga menilai kenaikan harga sejumlah komoditas menjelang Iduladha masih dalam kategori wajar. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan pasar saat mendekati hari raya.
“Harga yang sedikit naik menjelang hari besar keagamaan itu hal yang lumrah selama masih dalam batas wajar,” jelasnya.
Henny menambahkan, stabilitas harga dan pasokan pangan sangat dipengaruhi faktor cuaca serta kelancaran distribusi. Jika terjadi cuaca ekstrem atau gagal panen, kondisi tersebut dapat memicu gangguan stok hingga kenaikan harga di pasaran.
Namun hingga kini, kondisi pertanian dan distribusi pangan di Sumatera Selatan disebut masih aman dan terkendali.
“Tidak ada gagal panen dan distribusi juga berjalan lancar, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tutupnya.














