BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Putus sekolah pada masa kini masih kerap terjadi di sejumlah daerah, namun dalam upaya menanggulangi hal tersebut pemerintah kita telah menyediakan pusat kegiatan belajar masyarakata (PKBM) agar anak putus sekolah dapat menyelesaikan pendidikan formalnya.
Salah satunya PKBM MIMARI yang beralamat di jalan simpang Talang Buluh KM.18 kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Sekolah ini menjadi solusi bagi kalangan anak putus sekolah untuk menyelesaikan pendidikan formal mereka.
Ajeng Putri Andriyanti ketua kelompok PKBM Mimari mengatakan, sekolah paket tersebut Gratis sudah berdiri sejak tahun 2022 dan sampai sekarang PKBM MIMARI sudah berakreditasi B.
“Alhamdulillah sejak tahun 2022 sekolah disini sudah terakreditasi B, kami juga sudah resmi, kami juga sudah SPSN dan semuanya sudah resmi. Ada berbagai macam program yang di berikan PKBM seperti paket A(Setara SD), paket B (Setara SMP) dan Paket C ( Setara SMA),serta program keterampilan dan keaksaraan,” kata Ajeng saat diwawancarai Catatanjurnalist.com, Senin (21/04/2025).
“Untuk berdirinya PKBM sebenarnya sejak 2021, tapi mulai berjalanya itu tahun 2022 ,dan setiap tahun nya ada peningkatan jumlah siswa,dan sudah mempunyai 3 angkatan, harapanya anak-anak yang putus sekolah bisa bergabung ke PKBM Mimari, PKBM mengenalkan kepada masyarakat lewat banner, media sosial, pamplet bahkan door to door,”ungkap tutor perempuan kelahiran Desa Talang Buluh tersebut.
Masih dikatakan Ajeng, Untuk bergabung ke PKBM Mimari dan mendapatkan pembelajaran untuk mendapatkan program sekolah Gratis ada persyaratan dan kriteria nya ,yaitu batas usia di mulai dari 7 tahun sampai 21 tahun.
“Sementara untuk yang lebih dari 21 tahun maka akan di kenakan biaya (atau siswa berbayar), tergantung pilihan paket yang di ambil, seperti paket A (SD) yaitu sebesar Rp 1.500.000,-, paket B setara (SMP) Rp 2.000.000 dan Paket C setara (SMA) Rp 2.500.000,-,” jelas Ajeng.
Untuk diketahui, mesih bukan seperti sekolah-sekolah formal pada umumnya, Sekolah ini juga pernah meraih lomba olimpiade sains kesehatan nasional tingkat SMA/SMK/MA/KESETARAAN dan mendapatkan medali perunggu dan peringkat 3.
Laporan : Dede Sunarya












