PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Video yang memperlihatkan dua remaja saling berhadapan sambil mengayunkan benda menyerupai pedang di kawasan Simpang IBA, Kecamatan Ilir Timur (IT) II, Palembang, sempat membuat warga resah.
Video berdurasi sekitar 17 detik itu viral di media sosial dan memunculkan dugaan adanya aksi duel menggunakan senjata tajam.
Namun, kepolisian memastikan benda yang digunakan dalam aksi tersebut bukan senjata tajam, melainkan potongan pipa.
Kapolsek IT II Polrestabes Palembang, AKP Firmansyah, mengatakan pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah video tersebut beredar luas di media sosial.
Personel piket bersama tim patroli dan unit operasional diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta meminta keterangan sejumlah warga di sekitar tempat kejadian.
“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan benda yang digunakan bukan senjata tajam, tetapi potongan pipa. Dugaan awal, aksi itu dilakukan untuk kepentingan pembuatan konten media sosial,” ujar Firmansyah, Sabtu (25/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi tersebut terjadi pada Jumat (24/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan rangkaian kejadian tersebut.
Meski tidak ditemukan penggunaan senjata tajam, polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk mengidentifikasi para remaja yang terekam dalam video sekaligus mendalami motif aksi tersebut.
Firmansyah mengingatkan masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Ia meminta para remaja tidak membuat konten yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun kepanikan di tengah masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih mengawasi aktivitas anak-anaknya. Jangan sampai membuat konten yang dapat mengganggu ketertiban atau menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, beredarnya video tersebut sempat memicu kekhawatiran warga. Dalam rekaman, dua remaja terlihat saling berhadapan dan mengayunkan benda yang sekilas tampak seperti pedang, sementara sejumlah remaja lainnya terlihat berada di sekitar lokasi.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan telah terjadi aksi duel antarremaja menggunakan senjata tajam.
Kekhawatiran warga semakin meningkat karena kawasan tersebut diketahui kerap menjadi tempat berkumpul kelompok remaja, terutama pada sore hingga malam hari.
Seorang warga, Soni, mengatakan aksi keributan antarremaja di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Kondisi itu membuat sebagian warga dan pedagang merasa waswas ketika melihat sekelompok remaja mulai berkumpul.
“Kami berharap patroli polisi lebih rutin dilakukan agar lokasi ini tidak lagi dijadikan tempat berkumpul yang berujung keributan. Warga ingin lingkungan tetap aman dan nyaman,” ujarnya.
Polisi memastikan akan terus memantau perkembangan kejadian tersebut dan meningkatkan patroli di wilayah yang dinilai rawan. Langkah itu dilakukan sebagai upaya mencegah aksi serupa kembali menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.













