BANYUASIN, Catatan Jurnalist — Berbagai aspirasi disampaikan masyarakat dalam kegiatan Reses ke-II Masa Persidangan III Tahun 2026 anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Daerah Pemilihan (Dapil) I, Syarifuddin, yang digelar di Desa Rimba Alai, Kecamatan Banyuasin III, Senin (13/7/2026).
Aspirasi yang mencuat didominasi persoalan infrastruktur jalan, gorong-gorong, peningkatan pelayanan kesehatan, hingga kebutuhan petani karet.
Camat Banyuasin III, Susanto, berharap kehadiran anggota DPRD dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan warga.
Menurutnya, akses jalan merupakan urat nadi perekonomian dan aktivitas sosial masyarakat. Meski demikian, kondisi geografis Banyuasin yang sekitar 70 persen merupakan wilayah perairan membuat pembangunan infrastruktur harus dilakukan secara bertahap.
“Kalau kita dari Pangkalan Balai menuju Tanjung Beringin hingga Plajau, masih ada jalan yang belum dicor. Jalan yang baik akan mendorong kemajuan suatu daerah,” ujar Susanto.
Ia juga meminta seluruh aspirasi masyarakat dicatat dan diperjuangkan agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan anggaran pemerintah.
Sementara itu, Kepala Desa Rimba Alai, Rahmad Anwar, mengungkapkan warga sejak beberapa tahun terakhir terus mengusulkan pembangunan gorong-gorong agar tidak mudah jebol. Ia juga mengapresiasi kehadiran Syarifuddin yang dinilai tetap aktif menemui masyarakat melalui kegiatan reses.
Selain itu, Rahmad meminta adanya evaluasi terhadap aktivitas kendaraan yang melintas di kawasan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang dinilai berpotensi merusak fasilitas desa.
Dari sektor pertanian, Ketua Kelompok Tani Rimba Jaya, Rosadi, menyampaikan bahwa produksi getah karet masyarakat terus menurun akibat keterbatasan biaya perawatan kebun. Ia berharap pemerintah dapat membantu penyediaan pupuk serta alat pahat karet untuk meningkatkan produktivitas petani.
Di bidang kesehatan, Bidan Desa Ema mengusulkan renovasi Pos Kesehatan Desa (Posdes) karena kondisi bangunan sudah banyak mengalami kerusakan sehingga perlu diperbaiki demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, salah seorang warga, Azhari, meminta pemerintah mempercepat pembangunan jalan desa yang menjadi akses utama masyarakat, termasuk jalur yang digunakan anak-anak menuju sekolah.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Syarifuddin menegaskan seluruh aspirasi akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada di DPRD.
Terkait Koperasi Desa Merah Putih, ia menyatakan siap turun langsung ke lapangan bersama pemerintah desa untuk melihat kondisi sebenarnya.
“Kami akan meninjau langsung bersama kepala desa karena koperasi ini juga masih dalam pengawasan kami,” katanya.
Syarifuddin juga mengakui keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat melalui sinergi dengan anggota DPRD di tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat.
Ia menilai sektor perkebunan karet masih menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Banyuasin. Karena itu, program peremajaan (replanting) kebun karet perlu didorong agar produktivitas dan pendapatan petani meningkat.
“Soal pupuk akan kami fasilitasi dengan dinas terkait. Untuk bantuan alat pahat karet, silakan kelompok tani mengajukan proposal yang diketahui kepala desa agar bisa kami perjuangkan,” ujarnya.
Syarifuddin juga meminta pemerintah desa segera menyusun proposal renovasi Posdes agar dapat diupayakan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sedangkan untuk pembangunan jalan desa, ia memastikan usulan tersebut akan terus diperjuangkan kepada pemerintah daerah, termasuk melalui skema Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKB), sehingga akses masyarakat dapat semakin baik dan menunjang pertumbuhan ekonomi desa.













