Temukan Kejanggalan Seleksi Paskibaraka, Orang Tua Siswi Lapor Walikota

PALEMBANG, Catatan Jurnalist – Septi Nur Hidayati di dampingi suaminya Winarno Santoso warga Jalan Lettu Karim Kadir RT. 25 RW.02 Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Sumatera Selatan mendatangi Rumah Aspirasi Walikota Palembang, di Jalan Tasik, Kambang Iwak untuk melaporkan kejanggalan dalam seleksi Paskibaraka tahun 2025.

Septi menyebutkan kedatangannya kerumah aspirasi untuk melaporkan persoalan yang dialami anaknya saat mengikuti seleksi Paskibraka kepada Walikota Palembang Ratu Dewa.

“Kami hari ini datang kerumah aspirasi untuk melaporkan kejanggalan yang dialami anak kami saat mengikuti seleksi Paskibraka kepada Bapak Walikota Palembang yang dimana seleksi ini dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol). Kami mendapati temuan bahwasanya ada seorang anak yang ikut seleksi namun telah gugur pada tahap kelima parade, justru masuk sebagai salah satu peserta lulus Paskibraka Kota Palembang,” ungkapnya.

“Sementara anak kami yang mengikuti tahapan mulai dari pertama, hingga hingga akhir justru tidak lulus saat pengumuman. Harapan kita sama untuk menegakkan kebenaran, kalau memang ada yang indikasi dugaan kecurangan biar bisa terungkap,” ungkapnya.

Simak Video Warga Laporkan Kejanggalan Seleksi Paskibaraka : 

Septi menyebutkan akibat kejadian ini berpengaruh terhadap mental anaknya dan dirugikan dan sia-sia atas perjuangan yang telah sungguh-sungguh dilakukannya.

“Ada perubahan waktu pertama kali pengumuman, anak saya itu berdiam diri dirumah, ga turun, males, sampai ibadahnya. Jadi disuruh ibadah jadi malas lagi ngapa-ngapain males, disuruh belajar Jadi males, karena dia pikir percuma aku berjuang aku sudah aku berusaha untuk jadi yang terbaik. Tapi usahanya gagal,  kalau gagal memang tidak mampu dapat diterima. Tapi gagal dengan indikasi kecurangan yang membuat dirinyat tidak terima,” ungkap Ibu Rumah tangga Purnawiran Paskibraka Indonesia ini.

Disampaikan juga oleh Septi Nur Hidayat sebelum melaporkan hal ini ke Walikota Palembang, dirinya dan suami telah melaporkan hal tersebut ke Kesbangpol Kota Palembang, namun menurut Septi keputusan tersebut merupakan keputusan pihak sekolah.

Siti petugas rumah aspirasi mengatakan pihaknya telah menerima dan telah dilaporkan keatasa dan akan segera ditindaklanjuti.

“Kita sudah menerima lapora dari Bunda Septi tadi laporannya sudah kami terima dan akan kita tindaklanjuti ini juga sudah kami laporkan ke atasan kami dan akan segera ditindaklanjuti,” katanya.

*Redaksi

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *