Unsri Umumkan 3.899 Peserta Lulus SNBT Tahun 2026

PALEMBANG, Catatan Jurnalist Persaingan masuk Universitas Sriwijaya tahun 2026 berlangsung sangat ketat. Dari puluhan ribu peserta yang memilih kampus negeri terbesar di Sumatera Selatan itu melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hanya 3.899 orang yang berhasil dinyatakan lolos.

Artinya, hanya sekitar 14 persen peserta yang mampu mengamankan kursi di Unsri tahun ini atau sekitar satu dari tujuh pendaftar.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung Rektor Unsri, Taufiq, dalam konferensi pers hasil SNBT 2026 di Ruang Prof. Djuaini Moekti, Kampus Unsri Palembang, Senin (25/5/2026).

“Alhamdulillahirabbilalamin, hari ini pukul 15.00 WIB akan diumumkan mereka-mereka yang berhasil lulus SNBT di Universitas Sriwijaya. Yang diterima sebanyak 3.899 orang. Kalau dipersentasekan, itu sekitar 14 persen dari total pendaftar,” ujar Taufiq.

Tingginya tingkat keketatan ini menunjukkan minat calon mahasiswa untuk masuk Unsri terus meningkat setiap tahun. Meski demikian, pihak kampus tetap menyesuaikan daya tampung dengan kapasitas akademik serta fasilitas yang tersedia.

Namun, perhatian Unsri tidak hanya berhenti pada penerimaan mahasiswa baru. Kampus juga menyoroti tantangan besar dunia pendidikan tinggi saat ini, yakni memastikan lulusan perguruan tinggi mampu bersaing dan relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan zaman.

Menurut Taufiq, perguruan tinggi kini dituntut menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki gelar akademik, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

“Perguruan tinggi sekarang diarahkan agar berdampak. Artinya, alumni harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. Karena itu, kurikulum harus dinamis dan terus disesuaikan,” katanya.

Ia menjelaskan, evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala. Penyesuaian tertentu bahkan bisa dilakukan setiap semester, sementara perubahan besar biasanya dilakukan dalam siklus empat tahunan atau delapan semester.

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab berbagai kritik terhadap sejumlah program studi yang dianggap kurang relevan dengan kebutuhan industri modern.

Meski begitu, Taufiq menegaskan setiap perguruan tinggi tetap memiliki kekuatan dan karakter akademik masing-masing.

“Ada perguruan tinggi yang punya kekuatan di bidang kesehatan lingkungan, gizi, atau tata boga. Itu wajar dan sangat sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun pengembangan ilmu,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Unsri juga mengungkap tingginya minat mahasiswa terhadap program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Dari total mahasiswa yang diterima, lebih dari 30 persen tercatat mengajukan bantuan pembiayaan pendidikan tersebut.

Kendati demikian, pihak kampus menegaskan seluruh pendaftar akan kembali diverifikasi untuk memastikan bantuan diberikan tepat sasaran.

“Kami akan cek kembali siapa yang benar-benar berhak mendapatkan KIP Kuliah. Karena memang tidak semua yang mendaftar itu eligible,” tegas Taufiq.

Verifikasi dilakukan agar bantuan pendidikan dapat dinikmati mahasiswa dari keluarga kurang mampu, terutama di tengah meningkatnya biaya pendidikan tinggi.

Sementara itu, bagi peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBT, Unsri masih membuka peluang melalui seleksi mandiri yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat.

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *