BANYUASIN, Catatan Jurnalist – Arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur (Jalintim) ruas Betung–Batas Kota Palembang mengalami kepadatan pada Rabu (15/7/2026). Kemacetan dipicu oleh pekerjaan pengecoran badan dan bahu jalan yang sedang dilaksanakan di Jalintim KM 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.
Berdasarkan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, pekerjaan pengecoran berlangsung mulai 13 hingga 31 Juli 2026. Selama proses pekerjaan, para pengguna jalan diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif guna mengurangi kepadatan lalu lintas.
Bagi kendaraan dari arah Palembang menuju Betung/Jambi, pengendara dapat melalui Simpang Tanah Mas dan keluar di Simpang Semuntul (Arhanud TNI AD) atau Simpang Alfaone. Sementara kendaraan dari arah Jambi menuju Palembang dapat memanfaatkan Jalan Tol Fungsional Musi Pait, kemudian keluar melalui Simpang Alfaone atau Simpang Semuntul, dan kembali ke Jalintim melalui Simpang Tanah Mas atau Jalan Bypass Alang-Alang Lebar.
Sementara itu, Kanit Lantas Polsek Talang Kelapa, AKP Sugeng Rifa’i, mengatakan bahwa kondisi arus lalu lintas pada Rabu (15/7/2026) terpantau sangat padat, khususnya dari arah Jambi menuju Palembang. Ekor kemacetan bahkan telah mencapai kawasan Mainan dan berpotensi terus memanjang apabila volume kendaraan terus meningkat.
Sedangkan untuk arus dari arah Palembang menuju Jambi, kepadatan kendaraan terpantau terjadi di sekitar Simpang Tanah Mas.
Menurut AKP Sugeng Rifa’i, kepadatan tersebut terjadi akibat proyek pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 600 meter yang membentang dari Simpang Pasir Putih hingga mendekati Simpang Talang Buluh di Jalintim KM 17, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih panjang, personel Satuan Lalu Lintas Polres Banyuasin bersama Polsek Talang Kelapa diterjunkan ke lokasi guna melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup. Selain itu, kendaraan-kendaraan kecil dari arah Jambi menuju Palembang diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif agar tidak terjebak antrean panjang di lokasi pekerjaan.
Masyarakat diimbau untuk mengatur waktu perjalanan, mematuhi arahan petugas di lapangan, serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disediakan demi kelancaran dan keselamatan bersama selama proses pekerjaan berlangsung.












