OKI Siaga Darurat Karhutla 2026, Antisipasi Dini Hadapi Kemarau Ekstrem

OGAN KOMERING ILIR, Catatan Jurnalist Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) resmi menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sebagai langkah cepat menghadapi potensi musim kemarau ekstrem tahun 2026. Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bupati OKI Nomor 135/KEP/BPBD/2026 yang berlaku mulai 14 April hingga 31 Desember 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, Nova Triyussanto, menyebutkan bahwa penetapan status siaga darurat ini menjadi yang pertama di Sumatera Selatan pada tahun ini. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi dini terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi meningkat seiring kondisi cuaca ekstrem.

“Status ini kami tetapkan lebih awal untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi cukup ekstrem,” ujar Nova, Sabtu (18/4/2026).

Penetapan status siaga darurat juga bertujuan menekan potensi bencana kabut asap yang kerap muncul akibat karhutla. Dengan status ini, seluruh pihak terkait diminta meningkatkan kewaspadaan melalui langkah preventif seperti patroli terpadu, penguatan koordinasi, hingga respons cepat saat terjadi kebakaran.

BPBD OKI turut memperkuat sinergi lintas sektor bersama TNI, Polri, Manggala Agni, serta kelompok masyarakat peduli api guna mencegah meluasnya kebakaran hutan, kebun, dan lahan.

Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat terus digencarkan, terutama di wilayah rawan karhutla. Warga diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar karena selain berdampak buruk terhadap lingkungan, juga berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Sumatera Selatan sepanjang 2025 mencapai 5.939,8 hektare. Dari jumlah tersebut, lahan mineral mendominasi dengan luas 5.558,2 hektare, sementara lahan gambut tercatat 381,6 hektare.

Kabupaten OKI sendiri menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar di Sumatera Selatan, yakni mencapai 1.361,9 hektare. Rinciannya, lahan gambut seluas 333,4 hektare dan lahan mineral 1.028,5 hektare.

Dengan pengalaman tersebut, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk melakukan pencegahan sejak dini agar bencana karhutla tidak kembali meluas pada tahun ini.

Laporan : Dapites

banner 970x250

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *