PALEMBANG, Catatan Cabang Palembang resmi memperluas perlindungan jaminan kesehatan bagi para relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sumatera Selatan. Langkah ini diwujudkan melalui kerja sama dengan Yayasan Vieki Indira Sriwijaya yang menaungi 10 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kerja sama yang mulai berlaku per 12 Mei 2026 tersebut memastikan para relawan SPPG beserta anggota keluarganya terdaftar sebagai peserta aktif Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Dalam perjanjian kerja sama itu, para relawan didaftarkan melalui skema Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Kolektif dengan manfaat ruang perawatan Kelas III dan iuran sebesar Rp35 ribu per bulan.
Relawan yang masuk dalam kepesertaan JKN meliputi jurutama masak, asisten lapangan, petugas persiapan bahan makanan, pengolahan bahan makanan, pemorsian, packing, distribusi, petugas kebersihan, pencuci alat makan hingga petugas keamanan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palembang melalui Kepala Bagian Kepesertaan, Iwan mengatakan perlindungan kesehatan bagi relawan MBG menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan pemenuhan gizi kepada masyarakat.
“Para relawan SPPG bekerja setiap hari memastikan makanan bergizi tersalurkan dengan aman dan tepat waktu. Dengan perlindungan JKN, mereka bisa bekerja lebih tenang karena akses pelayanan kesehatan terjamin, termasuk untuk anggota keluarganya,” ujarnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut bukan hanya sebatas administrasi kepesertaan, tetapi juga bentuk penguatan ekosistem pelayanan publik antara sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Yayasan Vieki Indira Sriwijaya, Tri Yulia Rizki Ananda, menyebut jaminan kesehatan membuat para relawan lebih fokus menjalankan tugas pelayanan tanpa dibayangi kekhawatiran biaya pengobatan.
“Dengan adanya kepesertaan JKN aktif, mereka memiliki perlindungan kesehatan yang jelas sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Wilayah Kerja Sumsel Babel Jambi, Dr. Nurya Hartika Sari, menambahkan bahwa integrasi perlindungan kesehatan dan program pemenuhan gizi menjadi bagian penting dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, sinergi antara Badan Gizi Nasional dan BPJS Kesehatan menjadi langkah konkret dalam membangun masyarakat yang sehat, produktif dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.
Kerja sama ini juga menjadi pesan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya diperuntukkan bagi pekerja formal, tetapi juga relawan sosial yang selama ini berperan penting di tengah masyarakat.











