JAKARTA, Catatan Jurnalist — Desk Ketenagakerjaan Polri mencatat capaian positif sepanjang tahun 2025 dengan berhasil menyalurkan kembali sebanyak 2.275 buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) ke perusahaan baru sebagai pegawai tetap.
Program yang berjalan di bawah arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. ini menjadi bentuk nyata kehadiran negara dalam membantu pemulihan sosial dan ekonomi para pekerja terdampak PHK di Indonesia.
Berdasarkan data Desk Ketenagakerjaan Polri, sebanyak 700 buruh berhasil mendapatkan pekerjaan baru pada 12 Juni 2025. Selanjutnya, sebanyak 1.575 pekerja lainnya kembali diserap dunia industri pada 25 Juli 2025.
Tidak hanya fokus pada penyaluran tenaga kerja, Desk Ketenagakerjaan juga turut mendorong revitalisasi industri. Salah satunya melalui pembukaan kembali pabrik garmen di Pemalang yang mampu membuka lapangan kerja bagi 1.500 tenaga kerja terdampak PHK.
Selain penanganan korban PHK, Desk Ketenagakerjaan Polri juga berperan dalam perlindungan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sepanjang 2025, sebanyak sembilan WNI korban TPPO di Kamboja berhasil dipulangkan ke Indonesia pada 26 Desember 2025.
Saat ini, Desk Ketenagakerjaan Polri telah terbentuk di 35 Polda di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen dalam memberikan perlindungan dan pendampingan bagi tenaga kerja.
Melalui kolaborasi lintas sektoral antara pemerintah, aparat kepolisian, dan dunia industri, Desk Ketenagakerjaan Polri diharapkan terus menjadi solusi dalam menjaga stabilitas ketenagakerjaan nasional sekaligus membantu masyarakat mendapatkan akses pekerjaan yang layak.
*Sumber : Humas Mabes Polri











