PALEMBANG, Catatan Jurnalist — Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan pentingnya sinergi seluruh jajaran pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, data yang akurat akan menjadi dasar utama dalam menentukan arah pembangunan dan kebijakan pemerintah di masa mendatang.
Penegasan itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri Launching Sensus Ekonomi 2026 yang dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Camat se-Sumatera Selatan di Griya Agung Palembang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, unsur Forkopimda, serta seluruh bupati dan wali kota se-Sumsel.
Dalam sambutannya, Herman Deru menilai peran camat sangat strategis sebagai ujung tombak pemerintahan di wilayah masing-masing. Karena itu, ia meminta para camat hingga kepala desa ikut aktif mengawal jalannya sensus ekonomi agar menghasilkan data yang valid dan akurat.
“Era sekarang berbeda. Persepsi kita harus sama agar langkah kita juga sama, dengan tujuan untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Herman Deru.
Ia menegaskan, hasil sensus ekonomi nantinya akan menjadi acuan utama pemerintah dalam mengambil berbagai keputusan pembangunan. Tanpa data yang benar, kebijakan pemerintah dinilai tidak akan tepat sasaran.
“Camat sebagai ujung tombak negara memiliki tanggung jawab besar. Hasil sensus ini akan menjadi navigasi bagi para pengambil kebijakan,” katanya.
Menurut Herman Deru, masyarakat juga harus terbuka dalam memberikan data yang sebenarnya kepada petugas sensus. Sebab, Sensus Ekonomi 2026 akan memotret kondisi riil aktivitas ekonomi dan dinamika masyarakat di lapangan.
“Kita ingin data ini seperti Google Maps yang menuntun arah kebijakan pemerintah ke depan. Semua harus berbasis data, bukan sekadar feeling,” tegasnya.
Ia pun meminta para camat segera memberikan pemahaman kepada kepala desa dan lurah mengenai pentingnya sensus ekonomi agar pelaksanaannya berjalan maksimal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel sekaligus Ketua Tim Terpadu Sensus Ekonomi, Edward Candra, mengatakan pelaksanaan sensus ekonomi merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Sumsel dan pemerintah kabupaten/kota.
Menurut Edward, Tim Terpadu Sensus Ekonomi telah resmi dibentuk dan mulai bekerja untuk mendukung pelaksanaan sensus di seluruh wilayah Sumsel.
“Tim Terpadu sudah terbentuk dan mulai bekerja hari ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebanyak 3.259 desa dan kelurahan di Sumsel akan dikoordinasikan oleh 241 camat guna memastikan proses pengumpulan data berjalan optimal.
Sementara itu, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS RI, Moh. Edy Mahmud, mengapresiasi langkah Pemprov Sumsel yang dinilai menjadi daerah pertama membentuk Tim Terpadu Sensus Ekonomi.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi contoh bagi provinsi lain di Indonesia dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Ini langkah luar biasa dan bisa menjadi role model nasional. Sensus ekonomi adalah milik bersama sehingga membutuhkan kolaborasi seluruh stakeholder,” tandasnya.











